Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 10:58 WIB

Mujiyanto, Peneliti AI Asal Indonesia Berhasil Memenangkan IEEE AI Startup Awards 2025 di Taiwan

Mujiyanto, Peneliti AI Asal Indonesia Berhasil Memenangkan IEEE AI Startup Awards 2025 di TaiwanMujiyanto, Pemenang IEEE AI Startup Awards 2025 di Kaohsiung, Taiwan. (Press Rilis)

INDOZONE.ID - Peneliti AI asal Universitas AMIKOM Yogyakarta, Mujiyanto, meraih dua penghargaan sekaligus di ajang Asia Pacific ICT Alliance Awards (APICTA) 2025 yang diadakan di Kaohsiung, Taiwan. Melalui inovasi Genius HR, Mujiyanto menyabet penghargaan:

  1. Winner - IEEE AI Startup
  2. Runner Up - Technology: AI Technology of the Year

Berfokus pada inovasi perusahaan, startup, entrepreneur, sektor publik, lembaga nirlaba, akademisi, hingga mahasiswa,  ACIPTA merupakan ajang kompetisi di tingkat Asia Pasifik yang diadakan tahunan dan melibatkan 14 negara yang tergabung dalam member-economies, seperti Australia, Bangladesh, Brunei, China, Chinese Taipei, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.

Baca juga: AIESEC Unila Cetak "Food Heroes" di SD Al-Kautsar: Edukasi Kurangi Food Waste Melalui Kreativitas

Pada ajang tersebut, Indonesia mengirim 60 delegasi yang diikuti dari berbagai institusi, seperti BINUS University, UPN "Veteran" Jakarta, Universitas Pertahanan RI (UNHAN), dan lainnya. Namun, hanya Mujiyanto yang berhasil menyabet dua penghargaan melalui inovasi Genius HR pada kategori IEEE AI Startup (juara 1) dan Runner Up pada kategori Technology: AI Technology of the Year.  

Adapun Genius HR merupakan kecerdasan artifisial yang dikembangkan dari hasil inovasi Human Resources Information System (HRIS). Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah organisasi-organisasi dalam mengelola sumber daya manusia mereka secara terstruktur. Dengan memanfaatkan pendekatan analitik berbasis data kerja, psikologis, dan kesehatan, inovasi ini secara preventif dapat mendukung prediksi risiko kelelahan dan stres kerja, sehingga organisasi dapat lebih tepat dalam mengambil keputusan pengelolaan tenaga kerja tersebut. 

Dalam suatu kesempatan, Mujiyanto berkata bahwa proses seleksi pada ajang kompetisi tersebut berlangsung amat ketat. “Dalam waktu pitching yang terbatas, kami harus menyampaikan konsep, manfaat, dan kesiapan produk secara ringkas, sistematis, dan dapat dipahami juri internasional. Kompetitor datang dari berbagai negara dengan pengalaman dan ekosistem inovasi yang kuat,” ujar Mujiyanto.

Baca juga: Tim Bedah FKIK UMY Berhasil Operasi Patah Tulang Serius Korban Banjir di Aceh

Melalui dua pencapaian menganggumkan Mujiyanto tersebut, dapat mengingatkan kita bahwa Indonesia layak bersaing di kancah internasional khususnya di Asia Pasifik. Mujiyanto juga membuktikan bahwa anak bangsa mampu berprestasi di bidang AI di level internasional dan layak untuk mendapatkan pengakuan dari publik secara lebih agar generasi berikutnya dapat terinspirasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Rilis, Press Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mujiyanto, Peneliti AI Asal Indonesia Berhasil Memenangkan IEEE AI Startup Awards 2025 di Taiwan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!