INDOZONE.ID - Tiga mahasiswa asal Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada kembali sukses meraih penghargaan pada kompetisi Modern Languages Olympiad 3.0 (MLO 3.0) yang diadakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM), Shah Alam, Malaysia pada 18 Desember 2025 lalu.
Melalui ajang kompetisi itu, Pandhita Hapsari asal Program Studi Sastra Arab angkatan 2023 berhasil memproleh juara 1 pada kategori Poetry Recital Arabic dan juga penghargaan naskah terbaik. Di kategori yang sama, Muhammad Hayyi’ Rosyada dari angkatan 2024 meraih posisi ke-3.
Selain itu, Haris Arfakhsyadz Azka Maula dari angkatan 2024 menduduki juara ke-2 pada kategori Champion Orator Arabic, serta penghargaan pidato spontan terbaik.
Perlu diketahui, Modern Languages Olympiad 3.0 adalah ajang yang diprakarsai oleh Akademi Pengajian Bahasa UiTM. Ajang ini berkonsentrasi pada empat bahasa, yakni bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin.
Baca juga: Latih Mahasiswa Sejak Semester Awal, FTUI Gelar Pameran Desain Teknik Interaktif
Pendaftaran kompetisi dibuka sejak 30 Oktober 2025 dan berlanjut dengan pengumpulan video babak penyisihan hingga 6 November 2025. Lalu, tahap penilaian dilakukan pada 8-15 November 2025 dan seleksi akhir dilaksanakan pada 17 Desember 2025.
Pandhita menerangkan kategori yang ia menangkan merupakan kompetisi penulisan dan pembacaan puisi multibahasa.
“Melalui pembacaan puisi, peserta diajak menampilkan sensitivitas linguistik dan estetika bahasa dalam konteks lintas budaya. Pendekatan ini menempatkan bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium ekspresi nilai dan identitas,” ucapnya.
Di sisi lain, kategori Champion Orator yang diraih posisi ke-2 oleh Haris merupakan kompetisi pidato multibahasa, yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan gagasan secara terbuka.
Baca juga: 2 Kolaborasi antar Himpunan Mahasiswa ITB Gelar Sosialisasi Interaktif soal Banjir Rob dan Sampah
Menurut Hapsari, prestasi mahasiswa Sastra Arab dalam ajang ini menunjukkan kemampuan akademik dan keterampilan bahasa mereka yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain itu, keikutsertaan dalam kompetisi internasional seperti MLO 3.0 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi lintas budaya sekaligus memperluas jaringan akademik.
“Ajang ini tidak hanya menjadi ruang unjuk kemampuan, tetapi juga wahana pembelajaran lintas negara yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id