Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 07 JANUARI 2026 • 19:04 WIB

Pengering Gabah Hybrid Inovasi UNDIP, Panen Tetap Berkualitas meski Cuaca Tak Menentu

Pengering Gabah Hybrid Inovasi UNDIP, Panen Tetap Berkualitas meski Cuaca Tak MenentuGabah hybrid, teknologi pengering hasil karya peneliti UNDIP (undip.ac.id)

INDOZONE.ID - Sebagai perguruan tinggi yang selalu mengedepankan inovasi dalam menghadirkan teknologi berdampak langsung bagi masyarakat, Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan teknologi baru barupa pengering gabah.

Pengering gabah ini memanfaatkan kelembapan rendah serta pemanas hybrid surya-biomassa sebagai teknologi media udaranya.

Inovasi pengering gabah tersebut didesain oleh Prof. Dr. Moh Djeni, S.T., M.Eng. (Ketua Konsorsium Tim 1-UNDIP), Dr. Laeli Kurniasari, S.T., M.T. (Ketua Konsorsium Tim 2-Unwahas), Prof. Ir. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. (Ketua Konsorsium Tim 3-UNDIP), serta Anang Yudi Riswanto, S.T., M.M. (Mitra DUDI-PT Mutiara Global Industry). 

Mereka merancang pengering gabah sedemikian rupa hingga memiliki fitur sasis beroda dan penarik yang memudahkan dalam mobilisasi ke berbagai lokasi lahan pertanian termasuk daerah yang belum dijangkau oleh akses listrik yang memadai dan tidak memiliki fasilitas pengering konvensional.

Baca juga:  Klinik Pratama Soedirman Unsoed Sabet Penghargaan Transformasi Digital 2025 dari BPJS Kesehatan

Selain itu, fitur yang diunggulkan dalam inovasi ini, adalah berupa penggunaan kolom zeolit yang berfungsi menurunkan kelembapan udara sebelum masuk ke sistem pemanas. 

Mereka juga menghadirkan model bed dryer dengan kapasitas hingga 2.000 kg per-batch. Model itu juga didukung dengan unit dehumidifikasi menggunakan silika gel atau zeolit.

Sistem ini juga didukung dengan mekanisme hidrolik yang memudahkan proses pengeluaran gabah kering. Selain proses bongkar muat yang lebih cepat dan hemat tenaga kerja, sistem ini juga dinilai aman.

Dalam proses mengembangkan inovasi ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan juga ikut andil dalam memberikan dukungan melalui hibah program RIKUB (Riset Konsorsium Unggulan Berdampak) tahun 2025.

Baca juga: Tim Relawan UM Pulihkan Harapan Warga Desa Pasia Laweh Melalui Trauma Healing hingga Gizi Seimbang

Dengan hadirnya pengering gabah hybrid, pihak terkait berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Undip.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pengering Gabah Hybrid Inovasi UNDIP, Panen Tetap Berkualitas meski Cuaca Tak Menentu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!