INDOZONE.ID - Tim "Hawkeye" yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Telekomunikasi ITB angkatan 2022, Sulthan Miftahul Ulum, Rossi Putri Rusliadi, dan Kimi Rafif Asyadda meraih juara 1 dalam ajang Huawei ICT Competition Innovation Track.
Mereka membawakan inovasi sebuah alat deteksi penyakit kulit dengan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Lomba yang diselenggarakan secara daring ini dimulai dengan melakukan pemaparan materi inovasi di depan para juri dan diakhiri dengan sesi pemberian penghargaan yang digelar di kantor Huawei Jakarta pada 22 Desember 2025.
Melalui inovasi ini, mereka memperkenalkan alat bernama "Dermalens." yaitu sebuah alat yang dapat mendeteksi penyakit kulit yang diderita seseorang menggunakan teknologi image recognition.
Baca juga: Calon Maba Harus Catat! Webometrics Rilis Daftar PTKIN Terbaik 2026
Tidak sampai di situ, alat ini juga terhubung langsung dengan AI, IoT, serta berbagai produk buatan Huawei sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif.
Inovasi ini hadir dalam menjawab permasalahan penyakit kulit seperti lepra dan scabies, yang masih marak terjadi di pedesaan Asia Pasifik akibat dari kelembapan yang tinggi, kepadatan penduduk, dan malnutrisi.
Baca juga: Berdayakan Ibu PKK, Mahasiswa UNNES GIAT 14 Inisiasi Pengolahan Limbah Jagung di Desa Soropaten
Abdul Latif, salah satu pengajar di ITB, membimbing tim ini langsung dalam mempersiapkan lomba. Mereka memakan waktu selama dua minggu di tengah-tengan kesibukan menjadi mahasiswa tingkat akhir.
"Jangan takut untuk terus mencoba. Ambil sebanyak mungkin oppurtunity yang ada, seperti lomba-lomba ini. Selalu percaya diri atas pekerjaan yang dilakukan,” jelas Rossi.
Di tengah kesibukan mereka, tim ini akan menghadiri kompetisi tingkat internasional yang akan dilaksanakan di Thailand pada Maret 2026 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id