Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 21 JANUARI 2026 • 13:00 WIB

Ubah Limbah Plastik Jadi Penyerap Karbon, Mahasiswa UGM Kantongi Medali Emas di Ajang I2ASPO 2025

Ubah Limbah Plastik Jadi Penyerap Karbon, Mahasiswa UGM Kantongi Medali Emas di Ajang I2ASPO 2025Pegelaran the 6th Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO) di Universitas Gadjah Mada (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Prestasi cemerlang kembali diraih oleh tim mahasiswa asal Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan menyabet medali emas pada pergelaran acara Indonesia International Applied Science Olympiad (I2ASPO) yang dilaksakan pada 18-21 Desember 2025.

Ajang yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM itu berhasil disalip oleh Tim UGM dengan menyisihkan peserta sebanyak 629 orang yang berasal dari 13 negara berbeda.

Dalam mempersiapkan ajang ini, Fajar Inggit Pambudi, S.Si., M.Sc., Ph.D. turun langsung sebagai dosen pendamping tim yang terdiri dari mahasiswa Teknik Kimia UGM angkatan 2022 dan 2023. 

Angkatan 2022 beranggotakan Pandu Sukma Hastyadi, Samuel Khrisna Wira Waskita, dan Aqila Dziki Muhamad Iqbal. Sementara, angkatan 2023 meliputi Billy Natanael dan Muhammad Radithya Akmal Rasheed.

Baca juga: Lulusan SMA dan SMK Merapat! Daftar 7 Sekolah Kedinasan Favorit Berstatus Ikatan Dinas

Dengan kerja sama yang kompak, mereka sukses mengembangkan pendekatan komputasi dan eksperimental,.

Dilansir laman resmi UGM, Pandu Sukma Hastyadi, selaku ketua tim, mengungkapkan timnya memanfaatkan limbah botol plastik jenis polyethylene terephthalate (PET) dalam inovasi ini.

Limbah tersebut mereka olah menjadi karbon aktif yang berfungsi menyerap gas CO2 di lapisan atmosfer. 

Inovasi ini menawarkan alternatif penangkap gas yang lebih ekonomis dibandingkan teknologi komersial yang saat ini masih terkendala biaya operasional tinggi,” jelas Pandu.

Baca juga: Berbekal Beasiswa Fully Funded, Mahasiswa UM Metro Perkuat Pendidikan Islam di Banda Neira

Sementara itu, salah satu anggota tim bernama Samuel menilai pengelolaan sampah botol plastik PET di indonesia belum terlaksana secara optimal dan mengakibakan penumpukan emisi CO2 di atmosfer.

Sekitar 48% sampah plastik saat ini masih dikelola melalui pembakaran yang justru menambah emisi CO2 ke atmosfer," ungkapnya.

Dosen pendamping tim menilai inovasi ini memiliki nilai berkelanjutan yang kuat berdasarkan penggunaan limbah plastik dengan mengkombinasikannya dengan material berpori (Zeolit)

Riset ini menyelesaikan dua masalah sekaligus, yakni limbah plastik dan emisi CO2,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ubah Limbah Plastik Jadi Penyerap Karbon, Mahasiswa UGM Kantongi Medali Emas di Ajang I2ASPO 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!