INDOZONE.ID - Departemen Kimia Universitas Brawijaya (UB) kembali mencatatkan capaian membanggakan di kancah internasional, melalui keikutsertaannya dalam perhelatan bergengsi The 7th Malaysia-Japan International Conference on Nanoscience, Nanotechnology, and Nanoengineering 2026 (MJIC 2026) yang digelar pada 24-25 Januari 2026.
Ajang internasional yang berlangsung di Royale Chulan Hotel, Malaysia tersebut menjadi saksi keberhasilan delegasi UB dalam meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Prestasi-prestasi itu berhasil diraih oleh Zubaidah Ningsih (Dosen Departemen Kimia UB) dan Sry Agustina (mahasiswa S3 Kimia UB), yang mendapatkan penghargaan Best Oral Presenter Award. Prestasi lain, yakni kategori Best Poster Presenter Award, berhasil diraih oleh Budi Mulyati.
Acara MJIC 2026 berhasil terealisasikan berkat kerja sama Universiti Teknologi MARA (UiTM), Departemen Kimia UB, Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, serta mitra internasional lainnya seperti Nagoya Institute of Technology, National Institute of Technology Kagawa College, dan National Institute of Technology Tokuyama College.
Baca juga: "Kikobot," Inovasi Asisten Virtual Berbasis Hologram 3D Hasil Karya Mahasiswa Sistem Informasi SCU
Perhelatan yang mengangkat tema “Nanotechnology for Sustainable Development and Circular Economy” tersebut hadir sebagai wadah bagi para ilmuwan, peneliti, akademisi, dan praktisi industri dalam bertukar ide dan gagasan. serta memperkuat kolaborasi internasional di sektor nanosains dan nanoteknologi secara berkelanjutan.
Tema yang diusung juga relevan dengan konsep Sustainable Development Goals (SDGs) point 4, 9, 12, dan 17 yang berfokus pada Quality Education, Industry, Innovation and Infrastructure, Responsible Consumption and Production, serta Partnerships for the Goals.
Pihak UB yang menghadiri ajang tersebut terdiri dari enam dosen, yakni Prof Akhmad Sabarudin, Anna Safitri, Siti Mariyah Ulfa, Zubaidah Ningsih, Sri Wardhani, dan Ellya Indahyanti. Delapan mahasiswa pascasarjana juga turut dilibatkan selama prosesi ajang diselenggarakan.
Terlibatnya delegasi UB di ajang tersebut merupakan salah satu komitmen kampus dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: 10 Ide Jualan untuk Mata Kuliah Kewirausahaan
“Keikutsertaan dosen dan mahasiswa Kimia UB di MJIC 2026 menunjukkan komitmen kami dalam menghasilkan riset yang unggul, berdampak, dan selaras dengan SDGs. Forum internasional seperti ini sangat penting untuk membangun jejaring global, serta memperkuat peran UB dalam pengembangan sains berkelanjutan,” jelas Anna.
Sementara itu, Sry Agustina menilai keterlibatannya dalam ajang tersebut sangat membantu proses riset yang tengah ia kembangkan.
“MJIC 2026 menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk berdiskusi langsung dengan peneliti dari berbagai negara. Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan riset yang berkontribusi pada solusi berkelanjutan,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id