Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 16:40 WIB

Beda dari yang Lain! UMY Luncurkan Program Disabilitas Berbasis Terapi Berkuda

Beda dari yang Lain! UMY Luncurkan Program Disabilitas Berbasis Terapi BerkudaUniversitas Muhammadiyah Malang memperkenalkan terapi berkuda (umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkenalkan terapi berkuda bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari pelaksanaan Program Pengabdian Dosen Skema Disabilitas.

Perkenalan program tersebut digelar di AFIF Stable Horse Training, Banguntapan, Yogyakarta, pada 6 Februari 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, meliputi Pusat Studi Gender, Anak, Lansia, dan Disabilitas (PSGALD) UMY, Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, mitra internasional dari Jepang, pengelola AFIF Stable, hingga para pemerhati disabilitas.

Menurut Sekretaris PSGALD UMY, Arni Surwanti, pengabdian disabilitas tahun ini direalisasikan dengan mengikutsertakan 15 tim dosen pengusul beserta pendekatan yang mereka bawa, seperti pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB), peningkatan kapasitas guru, sampai intervensi langsung bagi penyandang disabilitas.

Salah satu pendekatan yang kami perkenalkan hari ini adalah aktivitas berkuda bagi penyandang disabilitas. Di Indonesia metode ini masih tergolong baru, namun di Jepang dan Malaysia telah terbukti memberikan dampak positif, baik secara fisik maupun psikologis,” tuturnya.

Baca juga: Tampil Gemilang, Tim Karate UMM Borong Enam Medali di Kejuaraan Nasional Piala Kemenpora

Mengutip informasi dari laman resmi UMY, terapi berkuda terbukti dapat melatih fleksibilitas tubuh, meningkatkan rasa percaya diri, dan juga mendukung kesehatan mental para penyandang disabilitas.

Ini masih tahap uji coba awal dengan keterbatasan waktu dan sumber daya. Namun, kami berharap program ini dapat berlanjut dan berkembang. Ke depan, tidak hanya bagi penyandang disabilitas, tetapi juga mahasiswa sebagai sarana penguatan karakter dan kepercayaan diri," tambah Arni.

Sementara itu, menurut Kepala Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, Laelia Dwi Anggraini, program ini merupakan salah satu bagian dari 15 skema khusus yang termasuk ke dalam pengabdian masyarakat UMY.

Skema-skema pengabdian tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tiga tahun kedepan.

Baca juga: Keren! Mahasiswa UMM Rancang Irigasi Otomatis Bertenaga Surya untuk Pertanian Modern

Khusus skema disabilitas, kegiatan ini melibatkan 15 dosen lintas bidang. Harapannya, program ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Prof. Ryuhei Sano, Project Leader Equine Assisted Activities for Persons with Disabilities in ASEAN and Japan sekaligus dosen Hosei University, turut menilai pentingnya menjaga kesejahteraan manusia dengan kuda secara bersamaan.

Menurutnya, program pengabdian masyarakat ini dapat membuka peluang yang lebih besar lagi bagi komunitas disabilitas lintas negara untuk bekerja sama, khususnya antara ASEAN dan Jepang.

Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penyandang disabilitas, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan perlindungan kuda. Keduanya harus dipikirkan secara seimbang,” tuturnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umy.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Beda dari yang Lain! UMY Luncurkan Program Disabilitas Berbasis Terapi Berkuda

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!