Etty Ariaty Soraya saat mengunjungi bagian produksi Tas Lokal Etnapraya (unair.ac.id)
INDOZONE.ID - Etty Ariaty Soraya, alumni program studi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil menorehkan prestasi di dunia mode dengan mendirikan brand tas lokal bernama Etnapraya.
Keputusannya untuk terjun ke bisnis didasari oleh kecintaannya terhadap tas serta pandangannya bahwa produk lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing jika dikelola dengan ciri khas yang kuat.
Bekal ilmu yang ia dapatkan saat menempuh pendidikan S2 di program studi Industri Kreatif, Queensland University of Technology, Australia, menjadi landasan baginya dalam mengembangkan produk tas lokal dengan standar premium.
“Selain karena ketertarikan terhadap produk lokal, saya juga melihat banyak potensi yang dapat digali menjadi sebuah produk di Indonesia, dan saya memilih membuat tas lokal premium,” jelasnya.
Salah satu nilai jual utama dari Etnapraya adalah penggunaan material kulit berkualitas yang dipadukan dengan kearifan lokal.
“Kami punya desain dengan pola batik Surabaya yang telah terverifikasi oleh pemerintah kota Surabaya,” ungkap Etty.
Kunci utama dalam menjaga mutu produk Etnapraya terletak pada koordinasi dan komunikasi yang intensif antara tim desain, tim produksi, serta para pengrajin.
“Kami tidak buru-buru. Harus ada koordinasi dan komunikasi dengan pengrajin, tim produksi, serta tim desain mengenai bagaimana kami ingin menghadirkan tas dengan kualitas terbaik,” tuturnya.
Melalui desain dan kualitas jahitan yang terjaga, Etty bercita-cita untuk memperkenalkan identitas Surabaya dan Indonesia secara lebih luas, mulai dari pasar nasional hingga merambah ke dunia internasional.
Ia bahkan meyakini bahwa produknya merupakan pelopor tas lokal bermotif batik Surabaya pertama yang diproduksi secara profesional di tanah air.
Etnapraya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mengusung misi kemanusiaan.
Etty menjalin kerja sama dengan Wistara dalam pengadaan kain batik yang digunakan sebagai bahan baku tasnya. Hal yang istimewa adalah kain-kain batik tersebut merupakan karya tangan para pekerja penyandang disabilitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id