Selasa, 03 DESEMBER 2024 • 16:41 WIB

5 Mahasiswa ABT Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Inovasi Digital

Author

Pemberdayaan UMKM melalui Project Based Learning ini berlangsung dari tanggal 19 September hingga 9 Desember 2024.

INDOZONE.ID - Lima mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Terapan (ABT) Politeknik Negeri Jakarta melakukan pemberdayaan terhadap salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat yang bernama Lontong Sayur Padang Uni Neneng.

Kelima mahasiswa tersebut di antaranya Bunga, Muhammad Sammy, Reffan Daffarel Dzakwan, Eske Masayu Ineejeane Vantia, dan Inez Salsabila Farra.

Pemberdayaan UMKM melalui Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek) ini berlangsung dari tanggal 19 September 2024 hingga 9 Desember 2024.

Hal ini menunjukkan peran aktif mereka dalam memberdayakan UMKM di tanah air di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Baca Juga: Jadi Pelopor Program Free Breakfeast, Fisipol UGM Konsisten Sediakan Sarapan dan Susu Gratis buat Mahasiswa

Mereka melakukan pemberdayaan dengan membuat Nomor Induk Bisnis (NIB), integrasi dengan platform media sosial seperti WhatsApp Bisnis, TikTok, Facebook, dan Instagram, Website, Gofood, Grabfood, Shopeefood, hingga penerapan sistem transaksi digital QRIS dan template pencatatan keuangan.

Lima mahasiswa ini berhasil membawa kemajuan yang signifikan bagi UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng.

Transformasi Digital untuk UMKM

Keterbatasan dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh banyak UMKM di Indonesia.

Padahal pemanfaatan teknologi sangat bermanfaat untuk menjangkau pasar yang lebih luas serta meningkatkan efisiensi operasional.

Banyak pelaku UMKM yang masih mengandalkan cara-cara konvensional dalam berbisnis, seperti berjualan di pasar tradisional atau hanya mengandalkan mulut ke mulut (words of mouth).

Baca Juga: Beragam Fashion Mahasiswa Telkom University: Mulai dari Casual hingga Sporty!

Oleh sebab itu, lima mahasiswa PNJ ini berinisiatif guna membantu UMKM dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh mereka adalah membantu UMKM dalam proses pendaftaran dan pembuatan Nomor Induk Bisnis (NIB).

Dengan memiliki nomor induk tersebut, UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng ini dapat mengakses berbagai layanan pemerintah dengan mudah, memperoleh izin usaha yang sah, serta memudahkan proses administrasi bisnis.

Hal ini sangat penting dalam meningkatkan legalitas dan kredibilitas usaha mikro dan kecil, yang kedepannya akan meningkatkan daya saing mereka di pasar global.

Pemanfaatan Media Sosial untuk Pemasaran (Digital Marketing)

Reffan, Sammy, Eske, Inez, dan Bunga juga turut bersinergi dalam mengajarkan dan mendampingi UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif.

WhatsApp Bisnis, yang memungkinkan para pelaku usaha untuk berkomunikasi lebih efisien dengan pelanggan, serta platform seperti TikTok, Facebook, dan Instagram, yang memiliki jangkauan pasar luas, menjadi alat utama dalam meningkatkan eksposur produk dan layanan UMKM.

Baca Juga: Inpiratif, Begini Cerita Mahasiswi Pekalongan Lulus Cumlaude IPK 3,95 di UNY

Melalui strategi konten kreatif dan pemasaran berbasis digital, UMKM ini dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Dengan bantuan mereka berlima, UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng kini lebih mudah memasarkan produk mereka secara digital dan dapat berinteraksi langsung dengan konsumen.

Misalnya, TikTok yang populer di kalangan anak muda dan merupakan salah satu platform dengan pengguna terbanyak di Indonesia dapat menjadi alat pemasaran yang efektif bagi UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng yang memiliki produk-produk makanan dan minuman khas Padang.

Di sisi lain, Instagram dan Facebook dapat dimanfaatkan untuk membangun brand awareness dan menjual produk melalui konten-konten yang menarik dan persuasif serta fitur-fitur yang ada di platform tersebut.

Baca Juga: UNY Gelar Wisuda Periode II, Dihadiri Ribuan Wisudawan: Siap Bersaing Global

Sistem Pembayaran Digital QRIS

Salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh mahasiswa adalah mempermudah sistem pembayaran bagi UMKM dengan menerapkan sistem pembayaran digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

QRIS bermanfaat dalam melakukan transaksi non-tunai dengan cepat dan aman, serta memudahkan konsumen untuk bertransaksi dengan berbagai metode pembayaran dari berbagai bank atau e-wallet.

Dengan menerapkan sistem pembayaran via QRIS, UMKM tidak hanya memperoleh kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga dapat mengurangi risiko kerugian seperti kehilangan uang.

Penggunaaan QRIS dalam bertransaksi dapat menjadikan UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng lebih fleksibel dalam menerima pembayaran, baik dari konsumen lokal maupun global.

Pencatatan Keuangan yang Lebih Terstruktur

Salah satu tantangan utama dalam mengelola usaha UMKM adalah pencatatan keuangan yang sering kali kurang teratur.

Sammy, Reffan, Inez, Bunga, dan Eske yang berfokus pada pemberdayaan UMKM ini juga turut menyediakan solusi dengan membuat template pencatatan keuangan yang sederhana namun efektif.

Template ini memudahkan pelaku UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran mereka secara sistematis, sehingga mereka dapat memantau perkembangan bisnis secara lebih jelas dan terstruktur.

Meningkatkan Daya Saing UMKM di Pasar Global

Pemberdayaan UMKM melalui inovasi digital yang dilakukan oleh lima mahasiswa ABT Politeknik Negeri Jakarta ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng di pasar global.

Dengan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi, media sosial, sistem pembayaran digital, dan pencatatan keuangan yang terstruktur, UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng dapat lebih siap menghadapi persaingan di dunia bisnis yang semakin ketat.

Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi UMKM, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Eske, Bunga, Inez, Reffan, dan Sammy telah membuktikan bahwa dengan kreativitas, pengetahuan, dan semangat membantu, mereka berlima dapat menjadi agen perubahan yang menggerakkan ekonomi Indonesia.

Sebagai generasi penerus bangsa, mereka tidak hanya berperan sebagai mahasiswa semata, tetapi juga sebagai inovator yang siap menghadapi tantangan global dan menciptakan peluang bagi UMKM agar dapat berkembang di era digital yang semakin maju.

Mereka juga berharap, UMKM Lontong Sayur Padang Uni Neneng ini dapat terus berkembang, mempunyai cabang yang banyak, serta sukses di masa depan.

“Harapannya semoga UMKM ini bakal terus bertambah cabangnya dan terus berkembang. Sukses terus untuk Uni Neneng dalam menjalankan usaha lontong sayurnya.” Ucap Eske dengan antusias dan penuh harap.

Ketua Project Based Learning, Reffan Daffarel Dzakwan, menyampaikan harapannya untuk UMKM Lontong Sayur Uni Neneng ini.

Ia berharap umkm ini dapat terus berkembang, membuka cabang di segala penjuru daerah, penghasilan terus meningkat, dan terus melestarikan budaya-budaya khas Padang.

“Saya berharap semoga UMKM Lontong Sayur Uni Neneng ini dapat terus berkembang juga bisa menambahkan cabangnya lagi, semoga penghasilannya terus meningkat serta melestarikan budaya-budaya khas Padang lebih banyak lagi.” Ucap Reffan.


Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU