Selasa, 07 JANUARI 2025 • 18:30 WIB

Seminar dan Penyuluhan Parenting: Soroti Peran Orang Tua dalam Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online

Author

Seminar dan penyuluhan parenting

INDOZONE.ID - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran orang tua dalam mencegah kekerasan berbasis gender online (KBGO), Mahasiswa Pecinta Kelestarian Alam (MAHAPEKA) UKM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan seminar bertajuk "Peran Orang Tua dalam Mencegah Kekerasan Berbasis Gender Online pada Anak dan Remaja.” Acara ini berlangsung pada Senin (6/1/2025) di Desa Payung, Kabupaten Majalengka.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, Imelda Triadhari dan Najwa Azzakiyyah.

Imelda Triadhari, lulusan Bimbingan Konseling Islam UIN Syekh Nurjati Cirebon yang dikenal sebagai pemateri berpengalaman di bidang parenting, konseling, serta isu-isu kekerasan dan gender, membagikan wawasan mendalam mengenai pentingnya peran orang tua dalam era digital.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Undip Inisiasi Program Tanggap Kekerasan Berbasis Gender Online di Desa Plosogaden

"Parenting di era digital bukan hanya soal mengasuh anak, tetapi juga bagaimana orang tua mampu membimbing anak untuk menghadapi risiko dunia maya, termasuk kekerasan berbasis gender online. KBGO bisa berupa pelecehan verbal, ancaman, penyebaran konten intim tanpa izin, hingga eksploitasi digital. Dampaknya bisa merusak kepercayaan diri anak dan memengaruhi kesehatan mental mereka," jelas Imelda.

Imelda juga menggarisbawahi bahwa banyak orang tua masih minim pemahaman tentang bahaya KBGO.

"Sebagai orang tua, kita harus proaktif mempelajari platform yang digunakan anak, berdialog secara terbuka, dan mengajarkan mereka untuk menjaga privasi digital. Salah satu cara yang efektif adalah membangun rasa percaya anak kepada orang tua, sehingga mereka tidak takut melapor jika menghadapi masalah di dunia maya," lanjutnya.

Najwa Azzakiyyah menambahkan, tantangan terbesar orang tua saat ini adalah kesenjangan generasi dalam memahami teknologi.

"Anak-anak kita lahir di era digital, sementara kita mungkin tumbuh di era yang berbeda. Ini menuntut kita untuk terus belajar dan menyesuaikan diri. Sebagai orang tua, penting untuk menjadi contoh dalam menggunakan teknologi secara bijak," ungkap Najwa.

Kekerasan berbasis gender online (KBGO) adalah tindakan kekerasan yang menggunakan teknologi digital sebagai medianya.

Bentuknya bisa berupa pelecehan di media sosial, penyebaran informasi pribadi tanpa izin, hingga ancaman atau eksploitasi.

KBGO dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap korban, seperti trauma, depresi, hingga kehilangan rasa aman.

Parenting di era digital menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawasan pada anak, terutama dalam penggunaan teknologi.

Ini mencakup edukasi tentang literasi digital, penerapan aturan penggunaan gawai, hingga membangun komunikasi yang sehat dengan anak untuk mencegah terjadinya KBGO.

Dr. Masriah, M.Ag., Kepala Psga UIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini.

"Seminar ini sangat penting untuk membuka wawasan masyarakat, terutama orang tua, tentang ancaman dunia digital. Orang tua perlu memahami bahwa anak membutuhkan pendampingan, bukan hanya kontrol. Dengan komunikasi yang baik, orang tua dapat menjadi tempat pertama yang diandalkan anak ketika mereka menghadapi masalah," tuturnya.

Baca Juga: HIMA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Edukasi Penanganan Pelecehan Verbal dan Non-Verb

Kegiatan ini berlangsung selama 60 menit dengan sesi diskusi yang sangat interaktif. Peserta, yang terdiri dari masyarakat Desa Payung dan peserta bakti sosial (BAKSOS) & Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan.

Mereka juga memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan solusi atas tantangan yang dihadapi dalam pengasuhan anak di era digital.

Di akhir acara, Imelda Triadhari berpesan agar orang tua terus meningkatkan literasi digital mereka.

"Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi, tetapi kita bisa memanfaatkannya untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif. Jangan lelah belajar, karena di tangan kitalah masa depan anak-anak kita," pungkasnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam mencegah KBGO dan menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak dan remaja.

 


Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU