Danang mengatakan, UGM banyak memiliki mitra kerja sama dengan beberapa universitas di Prancis, baik dalam program pertukaran mahasiswa, summer course, maupun pembukaan double degree.
Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik peluang kerja sama dengan IMT Atlantique, terutama di bidang teknik dan energi. Salah satu sektor yang dilirik adalah pengembangan tenaga nuklir, mengingat Indonesia tengah mempersiapkan pengembangan PLTN tahun 2029.
“Saya kira kerja sama ini cukup bagus mengingat pemerintah tengah mempertimbangkan kembali tenaga nuklir,” ujar Danang, Rabu (7/5/2025).
Christophe Lerouge selaku President IMT Atlantique sangat mendukung kerja sama pengembangan penelitian di bidang teknik nuklir di Indonesia. Menurutnya, pihak IMT Atlantique telah memiliki koneksi dengan salah satu perusahaan energi terkemuka di Inggris dan Prancis, yaitu Electricite de France (EDF) Energy.
BACA JUGA: Momen Unit Selam UGM dan UNDIP Gelar Ekspedisi Jelajah Bawah Laut di Pulau Gili dan Noko Bawean, Ini Hasilnya
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi mahasiswa di kedua belah pihak untuk melakukan magang di perusahaan tersebut. Hal ini menjadi peluang yang menguntungkan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman bekerja di industri energi.
“Apabila kita bisa berkolaborasi, misalnya dengan EDF Energy, para mahasiswa dapat melakukan magang di sana,” ujarnya.
Selain tenaga nuklir, UGM juga merencanakan kerja sama dengan IMT Atlantique di bidang ekonomi dan bisnis. Diwakili oleh Gumilang Aryo Sadewo, ia memperkenalkan program multidisipliner yang dimiliki oleh FEB UGM.
Salahs satunya ialah program Master of Sustainable Development Management yang dikembangkan bersama dengan Universitas Mendel, Ceko. Selain disiplin ilmu pembangunan, FEB UGM juga bekerja sama dengan beberapa sektor bisnis, seperti manajemen properti.
BACA JUGA: Enam Dua Besar RI Sambangi Rektor UGM, Bahas Apa ?
Gumilang membuka kesempatan kerja sama dengan IMT Atlantique dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok. Peluang tersebut disambut baik oleh delegasi IMT Atlantique.
“Kita bisa menjalin kerja sama dengan sekolah bisnis di sini. Kami mungkin lebih cenderung fokus pada rantai pasok, tapi ada beberapa bidang yang bisa kita kerjakan bersama,” pungkasnya.