Kamis, 19 JUNI 2025 • 15:40 WIB

Dari Desa ke Dunia Digital: Sigur.id dan Cerita Transformasi Ekonomi Kreatif di Kaki Gunung Ungaran

Author

Kelompok mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T)

INDOZONE.ID - Di kaki Gunung Ungaran, tepatnya di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, sebuah cerita keren tentang teknologi dan kearifan lokal sedang ditulis ulang. Dikenal sebagai desa yang tenang dengan udara sejuk dan lanskap alam yang asri, kini Desa Branjang nggak cuma soal pemandangan, tapi juga soal gebrakan digital dari akar rumput.

UMKM Lokal + Mahasiswa KKN-T = Kombinasi Juara

Transformasi ini terjadi berkat kolaborasi antara UMKM lokal Sigur.id dan sekelompok mahasiswa dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Mereka hadir bukan cuma buat menggugurkan kewajiban kuliah, tapi benar-benar membawa perubahan.

Lewat ide segar dan pendekatan teknologi yang relevan, mereka bantu Sigur.id naik kelas, dari pelaku ekonomi lokal jadi pemain di peta digital nasional.

Baca juga: Pesan Kemendag RI Kepada Mahasiswa KKN UGM Tahun 2025

Bukan Sekadar Resin, Ini Soal Warisan Budaya

Apa sih yang bikin produk Sigur.id beda? Jawabannya ada pada konsep eco-cultural yang mereka usung. Setiap produk resin, entah itu liontin, cincin, atau gantungan kunci, nggak cuma cantik, tapi menyimpan fragmen kehidupan desa.

Bayangin deh: liontin berisi kelopak bunga dari kebun warga, atau potongan batu sungai yang dibekukan dalam resin bening. Estetik? Banget. Tapi lebih dari itu, setiap produk adalah cerita kecil tentang alam dan budaya Branjang.

Tantangan: Produk Bagus, Tapi Nggak Ada yang Tahu

salah satu produk Sigur.id

Sebelum masuk ke ranah digital, penjualan Sigur.id cuma mengandalkan pameran sesekali, promosi dari mulut ke mulut, atau pembeli yang kebetulan lewat desa. Akibatnya? Produk sebagus ini seolah "terkunci" di lokasi.

Padahal potensi pasarnya luar biasa, terutama di kalangan anak muda yang suka produk estetik, handmade, dan penuh makna.

Solusi Digital: Bikin Etalase Online yang Cerita

Melihat hal itu, para mahasiswa KKN-T langsung tancap gas. Mereka bangun website katalog digital untuk Sigur.id yang nggak cuma pamer foto produk, tapi juga jadi wadah cerita.

Lewat situs ini, orang bisa lihat dengan jelas proses pembuatan, nilai budaya yang terkandung, bahkan mengenal desa Branjang lebih dalam. Ini bukan cuma platform jualan, tapi semacam storytelling gallery yang hidup 24 jam nonstop, dan bisa diakses dari mana saja.

Baca juga:  Gotong Royong dengan Warga Sekitar, KKN 49 UPGRIS Kerja Bakti Membuat Pendopo bersama Warga Dusun Krajan

Impact-nya Real: Produk Desa, Cerita Global

Respon dari pemilik Sigur.id? Antusias banget. Sebelumnya, mereka harus jelasin filosofi produknya satu per satu ke pembeli langsung. Sekarang? Cerita itu tersedia online dan bisa dibaca siapa pun, kapan pun. Produknya pun kini lebih dari sekadar aksesori, ia jadi "duta cerita" yang membawa keindahan Ungaran ke mana pun dia dikirim.

Bukti Nyata: Teknologi + Hati = Perubahan

Cerita Sigur.id adalah bukti bahwa teknologi bisa jadi alat transformatif yang luar biasa, asal diterapkan dengan hati, konteks lokal, dan rasa ingin maju bersama.

Jadi, kalau kamu pikir perubahan cuma bisa dimulai dari kota besar, kisah dari Desa Branjang ini bisa bikin kamu berpikir ulang. Karena dari sebuah desa yang tenang, karya dan cerita bisa menjelajah dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU