INDOZONE.ID - Gerakan komunitas berperan penting dalam mengadvokasikan isu lingkungan dan mendorong aksi nyatanya. Namun begitu, pemahaman mengenai isu, terminologi, dan juga teknik komunikasi lingkungan menjadi salah satu hambatan bagi komunitas.
Padahal dengan adanya media sosial dan konten digital sebagai sarana dan prasaran untuk memperluas jangkauan isu lingkungan, potensi untuk menyebarluaskan pentingnya kesadaran terhadap aksi lingkungan semakin besar.
Untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lingkungan komunitas, Telkom University mengadakan kegiatan Pelatihan Komunikasi Lingkungan untuk Komunitas Podcast Bumi dan Manusia. Komunitas Podcast Bumi dan Manusia merupakan gerakan berbasis komunitas di Bandung yang fokus pada pelestarian lingkungan melalui media sosial dan platform audio.
Baca juga: Masjid Al Huda dan Telkom University Berkolaborasi Wujudkan Dakwah Digital untuk Generasi Muda
Bertempat di Open Library, Telkom University, pelatihan ini dimulai pukul 13.30 s.d. 17.30 WIB dan dihadiri tiga puluh orang anggota komunitas Podcast Bumi dan Manusia.
Awalnya, peserta diberi pemaparan konsep dan teori Komunikasi Lingkungan. Setelahnya, peserta melakukan tanya jawab dan diskusi. Terakhir, peserta diberikan kesempatan membuat konten lingkungan di media sosial dengan menggunakan Canva dan platform audio streaming seperti Spotify.
Ulfa, salah satu peserta kegiatan mengatakan senang bisa ikut pelatihan ini, “Senang karena bisa belajar teori Komunikasi Lingkungan. Jadi, gak ngasal lagi kalau mau bikin konten tentang lingkungan.”
Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University sebagai salah satu Kampus Hijau yang ada di Indonesia.
Pradipta Dirgantara, dosen Telkom University sekaligus pemateri pelatihan Komunikasi Lingkungan, menyebutkan bahwa komunikasi lingkungan berbasis komunitas merupakan aspek penting dalam menyebarkan kesadaran lingkungan dan mendorong aksi nyata.
Menurut Pradipta, di tengah maraknya kerusakan lingkungan yang masif, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan fenomena dan isu yang mendorong aksi lingkungan, seperti perubahan iklim, gerakan komunitas, isu tata kota, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung