INDOZONE.ID - Kamu tipe yang suka duduk di barisan depan saat kelas atau paling belakang? Apapun posisimu, siap-siap Smart Classroom IPB University kini bisa deteksi mahasiswa yang terlihat tidak aktif saat duduk di kelas, nih!
Institut Pertanian Bogor (IPB) meresmikan Smart Classroom yang bisa memantau partisipasi dan mendeteksi kejenuhan mahasiswa secara waktu nyata pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Ruang kuliah berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dikembangkan bersama Huawei dan U-Learning setelah melalui uji coba terbatas yang dinilai sukses.
IPB berencana mengintegrasikan sistem Smart Classroom ini mulai Juli 2025 di kelas Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) sebagai fase awal, sebelum diperluas ke seluruh ruang kuliah pada semester depan.
Baca juga: 5 Jurusan Unik di Indonesia 2025: Sains Atmosfer IPB hingga Robotika UGM
Apa Saja Fitur Smart Classroom?
-
Pantau partisipasi secara real-time. Sistem AI membaca gestur wajah dan pola perhatian mahasiswa. Melalui ini, dosen dapat langsung tahu siapa yang aktif dan siapa yang mulai “lost focus”.
-
Deteksi kelelahan dan kejenuhan. Dilengkapi dengan teknologi pengenalan wajah (face-recognition), sistem akan memberikan notifikasi saat mengenali tanda-tanda kelelahan muncul seperti mata sayu, gerakan melambat, dan gestur tubuh yang mulai membungkuk.
-
Pengajaran berbasis data. Seluruh interaksi kelas akan tercatat, sehingga dosen bisa menyesuaikan metode, ritme, bahkan memberi jeda kecil (micro-break) bila kelas terlihat lelah.
Rektor IPB University Prof. Arif Satria menegaskan, Smart Classroom adalah langkah konkret akselerasi transformasi digital kampus yang ia gaungkan sejak 2020.
“Teknologi ini membuat kita benar-benar memahami kondisi peserta didik tanpa harus terus-menerus mengawasi manual. Semuanya terekam dan terukur,” ujarnya pada laman resmi IPB University.
Baca juga: Mahasiswa Vokasi IPB Ciptakan Alat Deteksi Mastitis Sapi Perah Berbasis Internet of Things
Apa Saja Manfaatnya buat Mahasiswa Gen Z?
-
Kuliah jadi lebih interaktif dan tidak jenuh. Dengan sistem AI yang dapat memberikan notifikasi perubahan kondisi pada mahasiswa, dosen dapat dengan sigap merubah metode pengajaran di kelas.
-
Feedback personal mahasiswa. Sistem akan mencatat seluruh interaksi mahasiswa dalam kelas, ini membantu dosen untuk mengevaluasi learning plan: mana materi yang harus diulang dan kapan perlu adakan istirahat.
-
Pencegahan burn-out. Deteksi kelelahan dini memungkinkan kampus menindaklanjuti dengan konseling atau well-being session.
-
Meski menjanjikan, Prof. Arif Satria menekankan perlunya regulasi nasional agar pemanfaatan AI berjalan aman dan etis, terutama terkait perlindungan privasi civitas akademika.
Baca juga: 9 Mahasiswa Aceh yang Baru Lulus dari IPB Siap Terlibat dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Gimana, canggih juga, kan? Smart Classroom IPB menunjukkan bahwa ruang belajar masa kini kian adaptif terhadap kondisi mahasiswa.
Inisiatif ini berpotensi menjadi salah satu standar baru pembelajaran di era digital dan bisa menjadi contoh bagaimana kampus di Indonesia memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.
Jika berhasil, inovasi serupa mungkin akan diadopsi lebih luas di berbagai perguruan tinggi Tanah Air.
Nah, kira-kira kampusmu bakal jadi ‘kelas cerdas’ berikutnya nggak?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id