INDOZONE.ID - Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah China melalui Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta bakal kerjasama untuk mendirikan China Study Center di Kampus UI.
Rencana ini jadi salah satu upaya pengembangan dan inovasi bagi UI untuk semakin meningkatkan sumber daya manusia yang mampu bersaing.
Wang Lutong, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh China untuk Indonesia bilang kalau rencana ini penting banget buat dilakukan, serta bisa mengembangkan kerjasama Indonesia dan China dalam ranah pendidikan.
“Pengembangan pusat studi ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga ketenagakerjaan, lapangan kerja, dan pengembangan bisnis. Indonesia dan China memiliki potensi kolaborasi yang luar biasa. Untuk itu, study center ini dibutuhkan untuk mendukung berbagai program yang dijalankan kedua negara,” kata Wang Lutong.
Baca juga: STIS 2025 Buka 400 Kursi Ikatan Dinas: Kuliah Gratis Plus Langsung CPNS BPS!
Kedepannya, China Study Center ini menjadi wadah buat mengembangkan berbagai penelitian yang bersifat terapan maupun dasar.
Dari penelitian pastinya diharapkan bisa menghasilkan sebuah pengetahuan dan pemahaman baru yang inovatif dan bisa membantu merumuskan kebijakan.
Bukan cuma itu saja, kegiatan ini bakal lebih jauh melibatkan mahasiswa dengan metode pembelajaran SCL (Student-Centered Learning).
Pusat studi ini juga diharapkan bisa membangun dan memperkuat hubungan serta jejaring berbagai pihak mulai dari industri, institusi pendidikan, pemerintah yang dilakukan dalam bentuk penelitian ilmiah, seminar, dan lain sebagainya.
Baca juga: Kisah Putri Khasanah: Anak Penjual Asongan Lolos SNBP, Kuliah Gratis di UGM
Rektor Universitas Indonesia Prof Heri Hermansyah bilang, kalau UI sebenarnya sudah memiliki beberapa pusat studi sejenis yang tersebar di berbagai fakultas, mulai dari pusat studi Jepang dan Korea. Pembukaan China Study Center pastinya bakal membawa warna baru di UI.
“Saat ini, UI memiliki beberapa center study yang tersebar di fakultas. Di tingkat universitas, UI memiliki Pusat Studi Jepang atau Center for Japanese Studies yang didirikan tahun 1995 bekerja sama dengan pemerintah Jepang. Akhir bulan ini, kami juga akan mulai mendirikan Pusat Studi Korea hasil kerja sama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dengan KOIC," kata Heri.
"Semoga UI dan pemerintah China bisa berkolaborasi mendirikan China Study Center sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa UI maupun mahasiswa China yang menempuh pendidikan di UI,” sambungnya.
Penulis: Rifqy Alief Abiyya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ui.ac.id