Kisah Cemerlang Almas Prakasa, Raih Doktor di Usia 25 Tahun Sampai Punya 35 Publikasi Bereputasi
INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh November kembali melahirkan mahasiswa berprestasi dengan capaian akademik yang memukau.
Dr. Mohamad Almas Prakasa dari Departemen Teknik Elektro ITS, berhasil lulus S3 di umur 25 tahun. Bukan cuma itu, Almas juga berhasil mendapatkan banyak prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Baca juga: Lima Mahasiswa UI Raih Prestasi di Amerika Serikat, Wujudkan Mimpi dari Ide dan Kayu Balsa
35 Publikasi Bereputasi Nasional dan Internasional
Prestasi Almas gak berhenti sampai situ saja. Ia berhasil membuktikan kiprah akademiknya lewat publikasi, termasuk yang bereputasi internasional. Total publikasi bereputasi Almas mencapai 35, terdiri dari 9 artikel jurnal internasional Quartile 1 (Q1), 7 artikel Q2, 2 artikel Q3, dan belasan artikel pada jurnal reputasi nasional maupun internasional.
Almas dinyatakan lulus doktor pada sidang tertutup, Selasa (01/07). Sebelumnya, Ia mengikuti program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Lewat program ini, pendidikan magister dan doktor bisa dengan sistem fast-track cuma dalam waktu empat tahun.
Selain itu, Almas juga mendapatkan beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.
Baca juga: Inflasi IPK Nyata! “Harga” IPK 4.0 Kini Hanya Tiket Masuk Kerja
Riset dengan Ahli dari Berbagai Negara
Selama program PMDSU, Almas banyak mendapatkan dana hibah riset dan pengabian masyarakat. Total ada 15 skema hibah yang berhasil didapatkan. Risetnya pun gak main-main, Almas banyak kolaborasi bersama profesor dari Jepang, Italia, dan Taiwan.
Profesor tersebut antara lain Prof Shigemasa Takai dari Osaka University (Jepang), Prof Alberto Borghetti dari University of Bologna (Italia), dan Prof Nien-Che Yang dari National Taiwan University of Science and Technology (Taiwan).
Saat ini, Almas juga makin memperluas jaringan penelitiannya, Ia menggaet beberapa universitas di Uzbekistan dan Luxembourg melalui bantuan dosen pembimbingnya.
Angkat Topik Sistem Tenaga Listrik
Selama masa studi, Almas mengangkat banyak tentang stabilitas Sistem Tenaga Listrik (STL) skala besar. Hasil penelitiannya, Almas berhasil merumuskan konsep baru. Konsep ini untuk meningkatkan stabilitas STL skala besar, lewat pengaturan yang terhubung sama Power System Stabilizer (PSS) dan Virtual Inertia Control (VIC) berbasis AI.
Bukan cuma itu saja, Almas juga merumuskan modifikasi algoritma baru yaitu Harris Hawk Optimization (HHO) lewat strategi penyimpanan memori (MSS). Menurut Almas, keduanya saling memiliki keseimbangan lewat berbagai proses, mulai dari eksplorasi, eksploitasi, akurasi, dan konsistensi.
“Algoritma ini terbukti memiliki akurasi dan konsistensi lebih tinggi dibanding algoritma lainnya,” terangnya.
Baca juga: Unhan RI Cetak Sejarah Baru, Berhasil Luncurkan Satelit Nano RIDU-Sat 1 ke Orbit
Lingkungan yang Suportif
Keberhasilan Almas membuatnya tidak lupa akan dukungan orang-orang sekitar. Ia bilang kalau suasana kelompok yang suportif dan lingkungan akademik yang intensif turut membantunya.
Ia juga ngaku kalau pembimbingnya bangun ikatan emosional dengan nya. Kedekatan ini yang membuat transfer ilmu dari pembimbing ke Almas jadi lebih leluasa.
“Prof Imam Robandi tak hanya membimbing secara akademik, tetapi juga membangun ikatan personal yang mendorong semangat saya,” ujar lelaki berkacamata tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id