Kamis, 10 JULI 2025 • 16:00 WIB

Sodor Saga: Inovasi Permainan Edukatif Buat Bantu Meningkatkan Kerja sama Anak

Author

Mahasiswa UNY Sedang Berbicara dengan Para Siswi (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menciptakan media pembelajaran bernama Sodor Saga. 

Inovasi ini dibuat untuk meningkatkan karakter kerja sama pada anak lewat permainan tradisional dan board game edukatif.

Lima mahasiswa ini dipimpin oleh Ilmi Irmatussoleha dari PGSD, dengan empat anggota lainnya seperti  Alif Hafidz Ramadhani (Pendidikan Bahasa Inggris), Risma Trinandini (PG-PAUD), dan Isma Rani Tatsniyah (Pendidikan Akuntansi).

Baca juga: Bangga! 3 Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung Raih Juara International Business Plan Competition 2025 di Malaysia

Berawal dari Keresahan

Mereka berlima tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Penelitian (UKMP). Inovasi Sodor Saga dihasilkan lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ada di organisasi mereka. 

“Ide awal muncul dari kegelisahan kami melihat kurangnya karakter kerjasama siswa dalam pembelajaran sehari-hari, padahal sekolah-sekolah di Yogyakarta sudah banyak yang mengupayakan penguatan karakter,” ujar Ilmi. 

Keresahan tersebut makin kuat karena telah melakukan observasi di lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa kerjasama antar siswa sekolah dasar masih kurang. Dari sinilah, tim mulai memikirkan untuk mengembangkan sebuah solusi sampai lahir Sodor Saga.

Media ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), yang diuji di SD Muhammadiyah Prambanan. Dari hasil uji validitas ahli, pre-test, post-test, serta angket dari guru dan siswa, media ini ternyata efektif dan layak buat dipakai.

Tantangan yang Dirasakan

Namun, pengembangan inovasi ini juga memiliki tantangan. Salah satu tantangannya adalah dari segi waktu, karena peneliti harus menyesuaikan dengan kuliah. Sedangkan dari subjek penelitian, harus mendekati ujian sekolah. 

Tapi semua itu masih bisa diatas. Dari mereka juga terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, jadi mengatur waktu bisa lebih fleksibel.

"Tak hanya mendapat dukungan dari kampus, guru, dan siswa, media Sodor Saga juga mendapat atensi positif dari akademisi lain. Kami bahkan mendapat DM dan komentar dari beberapa pendidik yang ingin mencoba media ini di sekolah mereka,” tambah Alif.

Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Sosialisasi Pengolahan Sampah dengan Konsep 3R di Desa Daleman

Dibuat untuk Berbagai Kalangan

Untuk prospek kedepannya, media ini akan dikembangkan lebih lanjut, termasuk buat siswa berkebutuhan khusus. 

“Kami ingin Sodor Saga tidak hanya terbatas untuk siswa reguler, tapi juga inklusif bagi semua kalangan,” ujar Risma.

Diharapkan, media ini bisa benar-benar dirasakan langsung oleh siswa, bahkan guru-guru yang bisa terbantu untuk menyampaikan materi pembelajaran.

Terakhir, Ilmi juga berpesan kepada generasi muda untuk jangan takut berinovasi dan berdampak pada masyarakat.

“Jangan takut gagal, teruslah berkarya, berinovasi, dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Masih banyak hal menarik yang bisa dieksplorasi dan dijadikan solusi nyata untuk berbagai masalah di masyarakat," sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU