Minggu, 20 JULI 2025 • 09:00 WIB

Mahasiswa KKN-T IDBU 75 UNDIP Bantu Realisasi Brand Awareness Batik Tulis Kebon Indah Melalui TikTok Shop

Author

Batik Tulis Kebon Indah (Syahrul/Z Creators)

INDOZONE.ID - Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil batik tulis yang kaya akan nilai budaya dan estetika. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, potensi besar dari para pengrajin batik di Kebon belum sepenuhnya terangkat ke permukaan. Motif yang khas serta proses pembuatan yang masih mempertahankan teknik tradisional menjadikan Batik Kebon sebagai warisan budaya tak benda yang patut dilestarikan dan dipromosikan secara luas.

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya pemanfaatan media digital dalam proses branding dan pemasaran. Banyak pelaku usaha batik yang belum memiliki citra merek yang kuat, serta belum mampu memaksimalkan media sosial seperti TikTok Shop sebagai sarana promosi dan penjualan.

Melihat potensi besar dan tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 75 Kelompok 4 merancang sebuah program kerja bertajuk "Realisasi Brand Awareness dan Digitalisasi Batik melalui TikTok Shop". Program ini bertujuan memperkuat identitas usaha batik Kebon sekaligus mendorong transformasi digital bagi para pelaku UMKM di desa tersebut.

Baca juga: Alternatif Sehat Pengganti Ayam, Mahasiswa KKN UNDIP Melakukan Inovasi Pembuatan Nugget Ikan Lele

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2025, di toko Batik Tulis Kebon Indah, Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Acara dimulai dengan sosialisasi mengenai pentingnya branding dalam membangun daya tarik produk batik, khususnya untuk menjangkau generasi muda. Mahasiswa KKN memberikan tips dan trik seputar pengelolaan akun TikTok Shop, pelatihan pembuatan konten yang menarik, hingga penyusunan narasi storytelling yang mengangkat sisi budaya Batik Kebon.

Para pengrajin batik tulis Kebon Indah turut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga ikut dalam proses kreatif pembuatan konten digital. Antusiasme tampak jelas dari semangat mereka mengikuti pelatihan dan keberanian mencoba hal-hal baru, seperti tampil dalam video promosi hingga berinteraksi secara langsung melalui fitur live di TikTok.

Menurut Ibu Arini, salah satu pengrajin batik, pelatihan ini sangat membuka wawasan tentang pentingnya promosi digital. “Harapan ke depannya, penjualan bisa lebih banyak lagi. Kalau kendalanya, ibu-ibu kadang kurang telaten. Maunya sih punya konsumen yang banyak. Adanya KKN ini sangat membantu, terutama dalam hal template-template promosi dan penjualan,” ujarnya.

Baca juga: Kreatif! Mahasiswa KKN Undip Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Melalui program ini, diharapkan tercipta ekosistem usaha berbasis partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, yang dapat menjaga kelestarian budaya sekaligus beradaptasi dengan tantangan era digital. Ke depannya, Desa Kebon diharapkan tak hanya dikenal sebagai desa batik, tetapi juga sebagai pusat batik modern yang kreatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU