INDOZONE.ID - Mahasiswa Tim KKN 120 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan uji keamanan pangan di sekitar area kampus, Rabu (4/7/2025).
Salah satu lokasi utama kegiatan ini adalah kawasan Jembatan Sikatak, RW IV, Kelurahan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah,yang rutin mengadakan kegiatan Car Free Day (CFD) setiap minggunya.
Pengujian dilakukan terhadap berbagai jenis jajanan yang dijajakan oleh pelaku UMKM, seperti churros, rempeyek, cirambay, cilung, tahu bulat, sotong, cibay, cilor, siomay, batagor, molen, bakwan, martabak telor, martabak mini manis, dimsum, klepon, onde-onde, pentol, hingga sosis telur.
Baca juga: Maba Wajib Tahu! Jenis-jenis Organisasi Mahasiswa di Kampus, Apa Perbedaannya?
Dalam pelaksanaan uji makanan tersebut, Tim KKN 120 memanfaatkan test kit untuk mendeteksi adanya kandungan beberapa zat berbahaya yang dilarang dalam produk pangan, yaitu siklamat, methanyl yellow, formalin, dan rhodamin B.
Keempat zat ini merupakan bahan tambahan yang tergolong berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
Pengujian dilakukan secara langsung pada berbagai jajanan yang dijual oleh pedagang di sekitar lingkungan Kampus Universitas Diponegoro (Undip).
Dari total 15 pelaku UMKM yang terlibat, seluruh sampel makanan yang diperiksa dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Baca juga: Posko Terpadu, Simbol Inovasi BUMDes Gentan dari Mahasiswa KKN UNDIP
Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya seperti siklamat, methanyl yellow, formalin, maupun rhodamin B pada produk jajanan tersebut.
Hasil ini mencerminkan komitmen para pelaku UMKM di kawasan Jembatan Sikatak, Jurang Blimbing, RW IV, Kelurahan Tembalang, Tembalang, Semarang, dalam menjaga mutu dan keamanan produk yang mereka tawarkan.
Seluruh hasil pengujian kemudian didokumentasikan dalam bentuk database pangan yang mencakup informasi detail seperti jenis sampel, lokasi pengambilan, serta hasil uji untuk setiap zat berbahaya.
Data tersebut dimanfaatkan sebagai bahan edukasi lanjutan sekaligus menjadi dasar awal dalam memetakan potensi risiko keamanan makanan di lingkungan kampus.
Baca juga: Tim Pengabdian Masyarakat UNDIP IDBU 08 Suarakan Bahaya Judi Online: Waspada dan Ketahui Dampaknya!
Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan para pelaku UMKM yang mulai menyadari pentingnya aspek keamanan pangan demi menjaga kepercayaan konsumen.
Melalui program ini, Tim KKN 120 berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem konsumsi yang lebih aman dan sehat di wilayah Tembalang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung