Sosialisasi K3 untuk Perajin Batik, Mahasiswa KKN Undip Ajak Terapkan Lingkungan Kerja Sehat dan Aman
INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 2 Pemberdayaan Ekonomi Universitas Diponegoro 2025 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Penerapan Lingkungan Kerja Sehat dan Aman bagi Perajin Batik Melalui Higiene, Sanitasi, Ergonomi Kerja dan Penerapan Prinsip K3” di Joglo Batik Purwanti.
Kegiatan yang berlangsung, Sabtu (19/7/2025) ini menyasar pemilik dan perajin batik di Desa Jarum, Klaten, Jawa Tengah.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya higiene, sanitasi, ergonomi kerja, dan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam industri batik skala rumahan.
Sesi utama kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Yuliani Setyaningsih, SKM., M.Kes, guru besar dari Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro.
Dalam pemaparannya, Yuliani menyampaikan bahwa praktik pewarnaan kain seringkali dilakukan dengan tangan kosong, tanpa pelindung, serta di ruang kerja dengan ventilasi minim.
Risiko ini diperparah oleh paparan zat pewarna sintetis, tumpahan lilin, dan pengelolaan limbah yang belum optimal.
Ia menekankan pentingnya manajemen limbah B3, penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan celemek anti-air, serta penyediaan fasilitas cuci tangan yang memadai.
Baca juga: Coba UKM Unik di Universitas: Ada yang Main Remi hingga Berkuda
Sanitasi ruang kerja juga perlu diperhatikan, termasuk kebersihan lantai dan sirkulasi udara.
Dalam sesi selanjutnya, ia menjelaskan bahwa duduk terlalu lama dalam posisi membungkuk, aktivitas fokus mata intensif, serta gerakan tangan berulang bisa menimbulkan berbagai keluhan kesehatan seperti nyeri pinggang (low back pain), gangguan otot dan tulang (MSDs), kelelahan mata, hingga gangguan pernapasan ringan akibat bahan kimia.
Solusi yang ditawarkan antara lain mengatur posisi kerja, menggunakan kursi dan meja sesuai ergonomi, variasi posisi tiap 30–60 menit, dan lain-lain.
Bagian menarik dari kegiatan ini adalah sesi demonstrasi William Flexion Exercise, yaitu latihan peregangan yang bermanfaat untuk menguatkan otot perut dan pinggang serta mengurangi risiko keluhan musculoskeletal (MSDs).
Baca juga: Ternyata, Para Pengisi Suara KPop Demon Hunters Lulusan Kampus Elite Korea & AS
Sesi ini dipandu oleh mahasiswa Kedokteran Universitas Diponegoro, yang secara langsung mempraktikkan gerakan-gerakan sederhana namun efektif bagi para perajin. Gerakan ini mencakup:
- Memiringkan panggul
- Satu lutut ke dada
- Dua lutut ke dada
- Peregangan hamstring dan hip flexor
- Sit-up sebagian
Selain itu, peserta juga mendapatkan poster edukatif berisi panduan visual gerakan William Flexion Exercise, yang bisa mereka bawa pulang dan praktikkan secara mandiri di rumah atau tempat kerja.
Sebelum dan sesudah kegiatan, mahasiswa KKN juga melakukan pre-test dan post-test kepada para peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan mereka tentang prinsip-prinsip K3, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan membatik.
Baca juga: Kelompok 4 KKN UNDIP Serahkan Panduan Inovasi Produksi Tembaga kepada Kepala Desa Cepogo
Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN-T IDBU Undip dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui pendekatan kesehatan kerja.
Dengan penerapan prinsip K3 yang baik, diharapkan para perajin dapat bekerja dengan lebih aman, sehat, dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: