Sabtu, 26 JULI 2025 • 10:35 WIB

Tanamkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Kebencanaan ke Siswa SD

Author

Mahasiswa mengedukasi siswa mengenai kebencanaan

INDOZONE.ID - Siapa bilang kesiapsiagaan bencana hanya urusan orang dewasa? Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 11 Kelompok 2 membuktikan bahwa edukasi kebencanaan juga bisa menyasar anak-anak sekolah dasar, bahkan dikemas secara menyenangkan dan interaktif. 

Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan program edukatif bertajuk “Siaga Cilik: Sahabat Tangguh Saat Bencana” yang diselenggarakan di SD Negeri 2 Pudakpayung, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu, (23/7/2025).

Program ini dirancang khusus untuk siswa kelas 6 dengan tujuan utama menanamkan kesadaran dan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana alam yang berpotensi terjadi di sekitar mereka. 

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun budaya siaga bencana sejak dini, sekaligus membekali anak-anak dengan keterampilan dasar mitigasi yang dapat menyelamatkan nyawa serta mengurangi dampak buruk saat bencana terjadi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagi program menjadi empat jenis edukasi utama berdasarkan jenis bencana, yakni tanah longsor, gunung meletus, tsunami, dan gempa bumi. 

Masing-masing topik dikemas dengan pendekatan berbeda, menyesuaikan tingkat pemahaman anak-anak agar materi lebih mudah diterima dan diingat.

Baca juga: Bangun Kesadaran Seputar Pelecehan Seksual, Mahasiswa KKN Unhas Beri Solusi Konkret

Belajar Lewat Poster dan Cerita: Edukasi Tanah Longsor dan Gunung Meletus

Pada sesi edukasi tentang tanah longsor, para fasilitator menggunakan media poster visual untuk menjelaskan kepada siswa mengenai penyebab umum longsor, dampak kerusakan yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang perlu dilakukan jika bencana ini terjadi. 

Pendekatan yang komunikatif dan interaktif membuat suasana kelas menjadi hidup, bahkan banyak siswa yang aktif bertanya dan berdiskusi.

Dilanjutkan dengan sesi gunung meletus, para siswa dikenalkan dengan konsep dasar gunung berapi, mulai dari bagian-bagiannya, tanda-tanda awal erupsi, hingga dampak positif dan negatif dari letusan. 

Materi ini dibawakan secara menyenangkan melalui cerita edukatif dan media visual menarik. Mahasiswa juga menekankan pentingnya mengetahui jalur evakuasi dan langkah penyelamatan yang benar saat terjadi erupsi.

Baca juga: 8 Kursus Seram dan Unik di Dunia, dari Parapsikologi sampai Monster di Universitas Top

Video Interaktif dan Permainan Seru dalam Edukasi Tsunami

Sesi selanjutnya membahas bencana tsunami. Berbeda dengan sesi sebelumnya, kali ini metode yang digunakan meliputi pemutaran video edukatif, presentasi visual, dan permainan interaktif yang melibatkan seluruh siswa. 

Anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar tsunami, penyebab terjadinya, serta langkah mitigasi sebelum, saat, dan sesudah bencana berlangsung.

Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, seperti kemampuan mengenali perubahan kecil di alam sebagai indikasi awal akan datangnya bencana. 

Luaran dari kegiatan ini berupa poster mitigasi tsunami yang nantinya dapat dipasang di kelas sebagai media pengingat.

Baca juga: 5 Basic Skill yang Mahasiswa Baru Wajib Punya, Biar Gak Bingung Pas Masuk Kelas

Sentuhan Geologi dalam Edukasi Gempa Bumi

Program terakhir mengangkat tema gempa bumi. Berbeda dari sesi lainnya, edukasi gempa bumi juga melibatkan pengenalan dasar geologi. 

Para mahasiswa membawa alat peraga berupa contoh batuan metamorf hasil aktivitas gempa. Hal ini menarik perhatian siswa karena mereka tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat dan menyentuh langsung sampel batuan yang ditampilkan.

Dalam sesi ini, dijelaskan proses terjadinya gempa, pengaruhnya terhadap permukaan bumi, dan bagaimana tindakan mitigasi dilakukan secara tepat. 

Poster infografis disiapkan sebagai luaran kegiatan untuk memperkuat pemahaman siswa dan menjadi dokumentasi edukasi visual yang bisa dipajang di lingkungan sekolah.

Baca juga: Dorong Promosi Digital Desa Wisata, Mahasiswa KKN Undip Perkenalkan Media QR Code Interaktif

Menjadi Sahabat Tangguh Sejak Dini

Seluruh rangkaian kegiatan ini dikembangkan dengan semangat membentuk karakter anak-anak sebagai sahabat tangguh saat bencana. 

Dengan melibatkan siswa secara aktif, para fasilitator berharap pesan-pesan mitigasi dapat tertanam dalam ingatan mereka dan diterapkan bila diperlukan. 

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter serta pendidikan lingkungan hidup.

“Sangat penting bagi anak-anak untuk mengenali potensi bencana di sekitarnya sejak usia dini. Edukasi seperti ini tidak hanya memberi pengetahuan, tapi juga membentuk perilaku tanggap, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan,” ujar Esterina Fermatasari Pakpahan salah satu fasilitator KKN-T UNDIP Tim 11 Kelompok 2.

Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan berbasis visual, mahasiswa KKN-T UNDIP membuktikan bahwa literasi kebencanaan bisa menjadi materi pembelajaran yang relevan, menyenangkan, dan berdampak nyata bagi generasi muda. 

Dengan bekal ini, siswa SD Negeri 2 Pudakpayung kini tidak hanya menjadi lebih tahu, tetapi juga lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU