Kamis, 31 JULI 2025 • 17:40 WIB

Wujud Pengabdian, Mahasiswa KKNT Undip Tim 73 Hadirkan Inovasi Alarm Kebakaran di Kelurahan Tembalang"

Author

Mahasiswa KKN Undip Membuat Inovasi Alarm Kebakaran (Ukhtiy/Z Creators)

INDOZONE.ID - Bahaya kebakaran bisa mengintai kapan saja, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kelurahan Tembalang. Mulai dari korsleting listrik, lupa mematikan kompor, hingga hal-hal kecil yang sering dianggap sepele bisa memicu bencana besar. Menyadari tingginya risiko ini, Mahasiswa KKN Tim 73 Universitas Diponegoro, khususnya Kelompok 3, menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat yaitu alat alarm kebakaran manual.

Inovasi ini hadir sebagai solusi praktis untuk mempercepat respons warga terhadap potensi kebakaran. Alarm kebakaran manual ini akan dipasang di lingkungan RT 03 Kelurahan Tembalang, Batang, sebagai bentuk respons atas keluhan warga yang kerap merasa khawatir akan ancaman kebakaran.

Berbeda dari alarm otomatis, alarm buatan Tim 73 diaktifkan secara manual. Cukup dengan menekan tombol, alarm akan langsung berbunyi nyaring, memberi peringatan kepada warga sekitar agar segera waspada dan melakukan evakuasi. Teknologi ini memang sederhana, namun efektivitasnya dalam kondisi darurat sangat tinggi.

"Tujuannya supaya informasi kebakaran bisa tersebar cepat tanpa harus teriak-teriak. Tinggal pencet tombol, alarm langsung bunyi," jelas Dhika Fanhari, koordinator kegiatan.

Baca juga: KKNT Tim 41 Digitalisasikan Produk UMKM "Kongmel" di Dusun Tumbrep

Kenapa Alarm Ini Penting?

Kerap kali, kebakaran pertama kali diketahui oleh satu orang. Tapi jika harus berteriak untuk memberi tahu warga lain, belum tentu suaranya terdengar, apalagi di malam hari atau di gang sempit. Dengan adanya alarm ini, komunikasi darurat bisa dilakukan secara lebih efektif.

Selain mudah digunakan, alat ini juga dibuat dari bahan sederhana dan murah. Artinya, sangat mungkin untuk direplikasi di rumah-rumah lain tanpa memerlukan biaya besar. Alarm ini dirancang agar bisa dipasang mandiri oleh warga, sehingga jangkauannya bisa semakin luas.

Tak Hanya Pasang, Juga Ada Edukasi

Tak berhenti pada pemasangan alat, Tim 73 juga menggelar sosialisasi tentang penanganan kebakaran dan simulasi evakuasi. Dalam sosialisasi tersebut, warga dibekali langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran:

  • Jangan panik, tetap tenang
  • Segera tekan tombol alarm
  • Ajak keluarga keluar lewat jalur aman
  • Jangan gunakan lift
  • Tutupi hidung dengan kain basah jika ada asap
  • Hubungi pemadam kebakaran di 113 atau 112
  • Segera menuju titik kumpul yang telah disepakati

Materi sosialisasi juga dilengkapi dengan panduan singkat dan poster informasi yang ditempel di mading lingkungan RT 03, agar bisa diakses kapan saja oleh warga.

Baca juga: Workshop Pembuatan Pupuk Berbahan Dasar Kerang dan Branding Produk bersama KKN IDBU TIM 1 KELOMPOK 4 UNDIP

Respons Positif Warga

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ketua RT setempat bahkan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa UNDIP tersebut.

"Alatnya mungkin terlihat sederhana, tapi sangat bermanfaat. Kami berharap bisa digunakan saat terjadi kebakaran. Semoga sih tidak perlu, tapi setidaknya kami sudah siap," ujarnya.

Program ini membuktikan bahwa mahasiswa dapat berperan langsung dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Lewat inovasi kecil seperti alarm manual ini, mereka meninggalkan jejak kebaikan yang berdampak nyata dan berkelanjutan.

"Harapan kami, alat ini bisa terus dipakai bahkan setelah kami pulang nanti. Setidaknya, warga sudah lebih siap dan tahu harus ngapain kalau kebakaran terjadi," tutup Hermawan, ketua Tim 73.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU