Kamis, 31 JULI 2025 • 11:05 WIB

Ubah Jelantah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN Undip Dorong Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan

Author

Mahasiswa KKN Undip dorong pengolahan limbah ramah lingkungan 

INDOZONE.ID - Minyak jelantah atau minyak goreng bekas selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak memiliki nilai guna. 

Umumnya, minyak ini dibuang begitu saja ke saluran pembuangan air atau dibuang ke tanah, tanpa disadari dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius. 

Padahal, minyak jelantah mengandung senyawa yang sulit terurai dan bisa mencemari tanah serta air, merusak mikroorganisme, dan menimbulkan bau tak sedap. 

Baca juga: Update Harga Daihatsu Terios Tipe Termahal Tahun 2025: Punya Fitur Saftey 360 Derajat!

Menjawab keresahan tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 86 menghadirkan sebuah inovasi bertajuk “Aroma Jelita”  yaitu singkatan dari Jelantah Menjadi Nyata. 

Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ibu RT 01 RW 5, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Mahasiswa menyasar ibu-ibu rumah tangga karena mereka yang paling rutin berinteraksi dengan aktivitas dapur dan pengelolaan minyak goreng. 

Selain itu, kelompok ibu PKK juga dinilai strategis karena mampu menjadi agen penyebar informasi dalam penerapan gaya hidup ramah lingkungan di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar. 

Baca juga: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Rusia Berakhir

Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi edukatif mengenai “Pembuatan Lilin Aromatherapy Sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Berbasis Keterampilan Masyarakat” oleh Aditya Winarman, salah satu mahasiswa KKN-T. 

Dalam pemaparannya, Aditya menjelaskan bagaimana minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. 

“Lilin dari minyak Jelanta dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan dapat mendorong masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan dari keterampilan yang dimiliki melalui pemberdayaan,” ujarnya.

Setelah mendapatkan wawasan tentang dampak negatif jelantah, peserta diajak mengikuti sesi praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah yang dipandu oleh Ghazza Azzahra. 

Baca juga: Gokil! Kumpulan Anak TK Ini Berhasil Summit Gunung Prau

Sesi ini menjadi bagian yang paling dinantikan karena bersifat aplikatif dan interaktif. 

Ghazza memperagakan langkah-langkah pembuatan lilin mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan aroma, hingga proses pencetakan. 

Ia juga memperkenalkan beberapa varian aroma seperti lavender, jasmine, dan peppermint, semuanya dapat dibuat dengan biaya rendah namun memiliki nilai jual yang tinggi. 

Para ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapannya. Mereka tak ragu mengajukan pertanyaan seputar perbandingan bahan, cara menghilangkan bau sisa dari minyak jelantah, hingga kiat memilih aroma yang sesuai dengan tren pasar. 

Baca juga: Gokil! Kumpulan Anak TK Ini Berhasil Summit Gunung Prau

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang disampaikan oleh Fathia Azzahra. 

Dalam presentasinya, Fathia menjelaskan secara sederhana namun terstruktur mengenai pentingnya menghitung modal secara tepat sebelum menentukan harga jual produk. 

Ia menggunakan contoh digital spreadsheet yang dapat diakses dan digunakan warga, bahkan yang belum terbiasa dengan aplikasi perhitungan. 

Tujuannya agar masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, bisa mulai menjalankan usaha kecil dengan perhitungan modal yang akurat sehingga bisnis yang dijalankan tidak merugi. 

Baca juga: 3 Alasan Wajib Nonton 'My Girlfriend is the Man', Drakor Komedi Romantis Terbaru Juli 2025

“Banyak usaha rumahan yang gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena pemiliknya tidak tahu menghitung biaya produksi secara benar. Maka dari itu, pemahaman soal HPP menjadi pondasi penting,” tutur Fathia.

Program “Aroma Jelita” tidak hanya berhenti pada edukasi pembuatan dan perhitungan usaha saja. Mahasiswa KKN-T juga membawa misi lingkungan yang lebih luas, yakni peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara menyeluruh. 

Sebagai tindak lanjut, mereka memasang media kampanye berupa MMT edukatif di titik strategis sekitar lokasi kegiatan. 

MMT ini berisi ajakan kepada warga untuk mulai memilah sampah rumah tangga menjadi tiga jenis utama: organik, anorganik, dan elektronik.

Baca juga: Dragon Ball: The Breakers Season 9 Hadir 30 Juli 2025, Karakter dan Mode Baru Siap Guncang Arena

Harapannya, masyarakat tidak hanya memanfaatkan minyak jelantah, tetapi juga mulai terbiasa mengelola jenis limbah lainnya dengan lebih bertanggung jawab dan terstruktur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU