Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 20:05 WIB

Dulu Bertahan, Kini Membangun: Mahasiswa Undip Ajarkan Ketahanan Pangan Dunia Melalui Sejarah

Author

Mahasiswa KKN Undip ajarkan ketahanan pangan ke siswa SD 

INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Undip menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Dulu Bertahan, Kini Membangun” di SDN 2 Pedurungan Kidul, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/7/2025). 

Tujuan acara tersebut yakni meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan dan mendukung program SDGs Target 2 tentang “Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).” 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial masyarakat Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang diinisiasi oleh Salsa Nabila Aisya Naya, mahasiswa Jurusan Sejarah.

Baca juga: ITB Dapat Penghargaan PTN Terbaik Pengelolaan SNBP 2025: Administrasi dan Keuangan yang Transparan

Melalui pendekatan sejarah dunia, mahasiswa mengajak siswa memahami bagaimana berbagai negara bertahan menghadapi krisis pangan pada masa lalu. 

Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia menjadi contoh negara yang diulas dalam pembelajaran. 

Inggris misalnya, melalui kampanye "Dig for Victory" pada masa Perang Dunia II, mendorong warganya untuk menanam bahan makanan sendiri. 

Sementara Jepang membangun kembali ketahanan pangannya pascaperang dengan menggalakkan pertanian rumah tangga. 

Adapun Amerika Serikat mengembangkan sistem distribusi pangan secara nasional dan dapur umum. Sedangkan Australia mengelola produksi pangan dalam negeri untuk wilayah dengan keterbatasan sumber daya alam. 

Baca juga: Waduh! Satu dari Empat Gen Z Mengaku Nyesal Pernah Kuliah, Apa Alasannya?

Di Indonesia, ketahanan pangan menjadi isu penting sejak masa kolonial. Pada saat itu masyarakat harus bertahan hidup di tengah keterbatasan dengan menanam dan mengolah pangan sendiri.

Melalui pemaparan materi sejarah yang dikemas secara interaktif, siswa tidak hanya diajak mengenal peristiwa-peristiwa masa lalu.

Mereka juga dimotivasi untuk lebih menghargai makanan, tidak menyia-nyiakan bahan pangan, serta mulai menumbuhkan kebiasaan mandiri dalam memenuhi kebutuhan makan, seperti menanam sayuran dan umbi-umbian di lingkungan rumah.

Kegiatan ini dilengkapi dengan sesi diskusi, pengenalan jenis tanaman lokal yang mudah dibudidayakan, dan pemberian contoh olahan makanan dari singkong/umbi-umbian. 

Dengan pendekatan partisipatif ini, para siswa diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU