Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 11:51 WIB

Cerita Inspiratif Eifie, Mahasiswa Difabel yang Lolos UGM dan Punya Banyak Prestasi di Bidang Atletik

Author

Eifie, mahasiswa disabilitas UGM (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Dalam menggapai cita-cita, gak semua orang mudah untuk melakukannya. Berbagai tantangan bisa hadir serta menjadi penghalang untuk meraihnya.

Namun, itu bukan menjadi masalah besar. Jika ada tekad dan semangat, semua hal bisa digapai oleh siapa pun. 

Kisah inspiratif dan menarik hadir, dari salah satu mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Eifie. Seorang difabel yang memiliki tekad kuat untuk menyelesaikan kuliah dan meraih cita-citanya.

Tekad Eifie untuk berkuliah tidak datang secara tiba-tiba. Keinginan in tumbuh dari kisah sang ayah yang sempat berkuliah, tapi harus berhenti karena masalah finansial. 

Baca juga: Tips Belajar ala Deo CoC Season 2: Konsisten tapi Jangan Lupa Istirahat

Rasa ingin kuliah dari Eifie pun menguat setelah sang ayah meninggal dunia. Ia ingin menunjukkan, bahwa dirinya bisa kuliah, bahkan di salah satu kampus terbaik yang ada di Indonesia. 

Eifie mengaku, tradisi keluarganya itu saling melengkapi. Sang ayah yang selalu mendukung anak-anaknya untuk menekuni minat bakat. Sang ibu hadir sebagai penyeimbang, selalu menekankan pentingnya pendidikan.

“Sekolah nomor satu. Jadilah orang pintar, tapi kalau sudah pintar, ojo minteri uwong.” ujar Eifie mengenang pesan ibu.

Baca juga: Risiko Tidak Cabut Charger: Kebiasaan Anak Kos yang Bisa Hanguskan Barang-barang

Tekad Kuat untuk Masuk UGM

Ketertarikan Eifie untuk masuk ke UGM berawal dari ketidaksengajaan. Ia melihat PPSMB Palapa di media sosial. Itu membuat tekadnya untuk menjadi mahasiswa UGM. 

“Waktu itu lihat video PPSMB Palapa di media sosial. Aku langsung bilang mau kuliah di UGM, pakai almamater karung goni, dan nyanyi lagu PPSMB (Pionir saat ini),” kenangnya. 

Namun, perjalan panjang ke UGM tidaklah mudah. Eifie gagal pada jalur SNBT, dan ditolak juga UM UGM CBT. Ia mengaku sempat takut membuka hasil dari jalur PBU.

 “Udah ketampar kalimat ‘maaf, belum diterima’ berkali-kali. Sebelum buka pengumuman, aku minta maaf ke Ibu kalau gagal lagi,” ceritanya.

Baca juga: Membangkitkan Transformasi 1300 Igniters Menuju Prasmulyan Sejati

Atas dukungan dan dukungan dari sang ibu, ia memberanikan untuk membuka pengumuman. Hasilnya, ia lolos sehingga diterima sebagai mahasiswa UGM. Eifie masuk Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Prodi ini bukan asal ambil, tapi memang sudah ada ketertarikan untuk mendalaminya sejak SMA. Eifie juga berharap untuk bisa menyelesaikan studi dengan baik, dan meraih cita-cita sebagai akuntan atau auditor di perusahaan yang menjanjikan.

“Harapannya, nanti bisa jadi akuntan atau auditor di perusahaan yang menjanjikan atau melanjutkan karier sebagai para atlet,” harapnya.

Baca juga: Future Leader Fellowship Chapter Diponegoro 2025: Siapkan Calon Pemimpin Bangsa dari Kampus

Terjun di Bidang Atletik

Eifie dikenal sebagai anak yang cerdas dan cerita. Bukan hanya di kelas, tapi juga di lintasan atletik. Sebelumnya, dunia ini asing baginya, ia hanya tahu lari saja.

Bahkan, sang ibu sempat khawatir. Sebab, perlu biaya tambahan lainnya untuk menekuni bidang ini.

Hasil latihan Eifie pun tidak sia-sia. Pada lomba pertamanya, ia berhasil mendapatkan juara kedua untuk nomor lari 200 meter, pada Kejuaraan Walikota Cup se-Jawa Timur. 

Dari sinilah, Eifie semakin giat untuk berlatih, serta mengikuti lomba dari tingkat antardaerah hingga nasional. Tidak cuma mencoba lintasan lari, ia juga menjajal lompat jauh dan tolak peluru. 

Baca juga: Anti Demam Panggung! Tips Jitu Biar Pede Ngomong di Depan Umum

Perjalanannya gak selalu mulus, kerap kali ada tantangan yang dihadapi, termasuk dari diri sendiri. Ia juga sempat terpuruk saat sang ayah meninggal dunia. Ia mengaku sempat takut gagal ke tingkat nasional karena meninggalnya sang ayah, padahal ini keinginannya.

“Dulu suka marah kalau ayah telat sedikit jemputnya, padahal ayah juga capek. Sekarang aku mikir, kenapa ayah nggak nunggu sampai aku ada di titik ini,” ucapnya.

Kini, Eifie resmi menjadi bagian dari UGM. Ia masuk melalui jalur PBUTM (Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu), sehingga mendapatkan subsidi 100 persen dari UGM.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU