INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menyaksikan proses produksi gula merah yang dilakukan secara tradisional.
Produksi gula merah dengan bahan baku sari tangkai bunga siwalan atau nira kini mulai berkurang. Bahkan, proses produksi yang dilakukan secara tradisional itu terancam punah.
Meskipun menghadapi tantangan dalam hal regenerasi maupun teknologi yang kian canggih, produksi gula merah di Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, tetap bertahan hingga saat ini.
Mahasiswa bersama Bapak Rahem, selaku pembuat sekaligus pemilik usaha gula merah asal Desa Aenganyar, mengungkapkan bahwa produksi gula merah telah menjadi mata pencaharian turun-temurun.
"Sudah dari tahun 1980-an menekuni bidang ini. Ini bisa dibilang warisan (nenek moyang) dari generasi ke generasi," ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswa KKN Universitas Tidar Ciptakan SIBASMA di Desa Giriwetan
Baca juga: Cerita Sendang Sakral Disulap Jadi Buku Anak, Karya Mahasiswa UNDIP Ini Punya Misi Edukasi!
Memproduksi gula merah secara tradisional memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Sebab, proses awal produksi dimulai dengan mendapatkan bahan baku sari tangkai bunga siwalan yang mengharuskan pendakiannya terlebih dahulu, pohon siwalan ini bisa mencapai tinggi 15–30 meter.
Cairan hasil sari tangkai bunga siwalan tersebut kemudian dimasak di atas tungku batu hingga mengental. Saat mulai mengental dan warnanya berubah menjadi kemerahan, adonan harus diaduk terus-menerus agar tidak gosong serta menghasilkan kualitas gula yang baik.
Selanjutnya, adonan gula merah siap dicetak ke dalam wadah sesuai kebutuhan konsumen. Setelah itu, gula merah siap dipasarkan.
Tidak berhenti di situ, kegiatan ini juga diisi dengan forum diskusi terbuka mengenai strategi pemasaran produk hingga peningkatan kualitas kemasan.
Mahasiswa turut memberikan masukan dan mendampingi pelaku usaha gula merah dalam merancang ide-ide kreatif yang dapat menunjang daya saing produk gula merah di pasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan