Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 13:15 WIB

AirBiliNest: Inovasi UNAIR dalam Ajang KSTI 2025, Bisa Atasi Penyakit Kuning pada Bayi

Author

AirBiliNest, alat fototerapi untuk atasi penyakit kuning pada bayi (Humas Kemendiktisaintek)

INDOZONE.ID - Universitas Airlangga (UNAIR) turut berkontribusi dalam ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Inovasi (KSTI) 2025, yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung pekan lalu.

Ini merupakan program Diktisaintek Berdampak, yang menjadi landasan awal untuk berinovasi dan berkontribusi kepada masyarakat. 

Baca juga: Mahasiswa Undip Sosialisasikan Pengolahan Limbah Ternak di Rusun Kaligawe

Ciptakan AirBiliNest

Dalam ajang ini, UNAIR menampilkan sebuah alat bernama AirBiliNest (Airlangga Bilirubin Nesting), sebuah alat fototerapi cerdas portabel yang digunakan untuk hiperbilirubinemia atau penyakit kuning pada bayi. 

Dalam pengobatan untuk penyakit kuning pada bayi, fototerapi merupakan metode utama. Akan tetapi, pada alat konvensional pada umumnya harganya lebih mahal, tidak bisa fleksibel, serta bayi dan orang tua harus terpisah selama proses perawatan.

Hadirnya AirBiliNest diharapkan bisa menjadi solusi inovatif, untuk menjawab tantangan tersebut.

“Kelebihan alat ini dibanding inkubator bayi biasa adalah memiliki dua paparan sinar. Yaitu dari atas dan bawah yang harapannya dapat mempercepat proses terapi bayi kuning,” ujar Syah Reza Budi Azhari, salah satu peneliti AirBiliNest.

Baca juga: Waspada Hoaks! KKN-T Tim 33 Undip Latih Pelaku UMKM Gempolsewu jadi Mitra yang Siaga Informasi

Keunggulan AirBiliNest

AirBiliNest dilengkapi dengan sumber cahaya LED biru, yang akan memapar bayi dari atas dan bawah. LED ini memiliki panjang gelombang 470 nm. AirBiliNest juga menawarkan terapi yang lebih cepat, terjangkau, dan pastinya nyaman.

Alat ini juga dilengkapi dengan sisi selimut dari lima panel LED. Lengkapnya, alat ini punya 8 x 27 titik cahaya, yang bisa menghasilkan area iluminasi 40 x 30 cm pada kedua sisi. 

Selain itu, pengguna juga bisa mengatur intensitas cahaya dari aplikasi AirBiliNest di ponsel. Bukan cuma itu, pengguna juga bisa memantau suhu serta kelembaban bayi secara real-time. 

Syahreza juga menyebut kalau paparan sinar dari AirBiliNest bisa diatur lewat ponsel, sesuai yang dibutuhkan selama perawatan. Untuk mengutamakan kenyamanan bayi, penggunaan bahan tekstil juga jadi keunggulan alat ini.

Baca juga: Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa Gelar Pelatihan Pengolahan Daun Kelor dan Edukasi Latihan Fisik Ringan

Kolaborasi Lintas Bidang Keilmuan

Saat ini, AirBiliNest dalam proses komersialisasi, untuk bisa digunakan lebih luas. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas atau bidang keilmuan, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. 

Kolaborasi ini jadi bukti nyata untuk bisa menghasilkan sesuai yang konkret, untuk kontribusi dalam teknologi medis. Bukan hanya mengedepankan fungsional saja, alat ini bisa menghadirkan kenyamanan dan keberlanjutan.

Melalui inovasi ini, AirBiliNest diharapkan bisa menjadi solusi inovatif untuk bisa meningkatkan kualitas hidup bayi, khususnya di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU