Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Selasa, 12 AGUSTUS 2025 • 18:30 WIB

Waspada Hoaks! KKN-T Tim 33 Undip Latih Pelaku UMKM Gempolsewu jadi Mitra yang Siaga Informasi

Waspada Hoaks! KKN-T Tim 33 Undip Latih Pelaku UMKM Gempolsewu jadi Mitra yang Siaga InformasiMahasiswa KKN Undip lakukan Sosialisasi ke Pelaku UMKM Gempolsewu (Hilfa/Z Creators)

INDOZONE.ID - Di era serba digital seperti sekarang, arus informasi mengalir dengan sangat cepat, baik melalui media sosial maupun di lingkungan masyarakat. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar terjamin keakuratannya. Hoaks pun terus menyebar hingga ke seluruh ruang komunikasi, termasuk lingkar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi pelaku UMKM yang sangat bergantung pada kerja sama antarmitra, kepercayaan, dan informasi yang akurat.

Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KKN-T Tim 33 Universitas Diponegoro, di bawah bimbingan lapangan Ir. Gentur Handoyo, M.Si, menggelar sosialisasi bertema “Waspada Hoaks demi UMKM Kuat!”. Kegiatan ini menyasar Ibu-ibu PKK dan beberapa pelaku UMKM di Desa Gempolsewu, Kabupaten Kendal. Tujuannya adalah agar para peserta tidak mudah menerima tawaran kerja sama dari pihak lain yang informasinya hanya diperoleh dari media sosial atau lingkungan sekitar. Terlebih, Desa Gempolsewu yang berada di kawasan pesisir dikenal memiliki banyak UMKM di bidang pengolahan hasil laut.

Baca juga: Inovasi Kuliner Pesisir, Keripik Kulit Ikan Khas Wisata Bahari

Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM, maupun masyarakat yang akan merintis usaha, untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap berita palsu. Tak hanya membahas bahaya hoaks, kegiatan ini juga memberikan wawasan lintas disiplin ilmu melalui empat sesi yang dibawakan oleh mahasiswa dari latar belakang jurusan berbeda.

Sesi pembuka disampaikan oleh Hilfa Nunnerisya (Jurusan Sejarah) dengan tema “Belajar Hoaks dari Masa Lalu”. Ia menekankan bahwa hoaks bukanlah fenomena baru, melainkan masalah lama yang kerap berulang. Salah satu contoh yang dibawakan adalah propaganda Belanda terhadap Pangeran Diponegoro, yang dicap sebagai pemberontak demi kepentingan tertentu.

Berlanjut ke sesi kedua, Dwi Aprianto (Jurusan Antropologi Sosial) mengajak peserta mengenali ciri-ciri hoaks melalui simulasi dan permainan peran. Peserta dilatih membedakan informasi valid dan palsu dalam konteks UMKM, seperti rumor antarmitra atau testimoni produk yang menyesatkan.

Sesi ketiga dibawakan oleh Najla Nurazizah (Sastra Inggris) yang membahas bagaimana hoaks sering beredar dalam bahasa Inggris agar terlihat ilmiah dan meyakinkan. “Jangan karena pakai bahasa Inggris lalu langsung dianggap benar. Lihat juga siapa yang bilang dan buktinya apa,” pesannya.

Baca juga: Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Sejarah Tembalang Lewat Poster Informatif

Sesi terakhir diisi oleh Rheyna Maheswari (Bahasa dan Kebudayaan Jepang) yang membagikan tips menangkal hoaks serta menyoroti cara budaya Jepang dalam menangani penyebaran informasi palsu.

Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN-T Tim 33 Undip juga membagikan booklet panduan praktis mengenali hoaks. Booklet ini diharapkan menjadi bekal bagi para peserta agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya, demi mewujudkan UMKM yang kuat dan berdaya saing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waspada Hoaks! KKN-T Tim 33 Undip Latih Pelaku UMKM Gempolsewu jadi Mitra yang Siaga Informasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!