Rabu, 20 AGUSTUS 2025 • 06:45 WIB

Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Pada Ajang GAIP Insurance Innovation Competition di Singapura

Author

Tiga mahasiswa UGM (di tengah) menerima penghargaan (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), yang tergabung dalam Tim The Valuator raih Juara 1 pada ajang International GAIP Insurance Innovation Competition 2025 Global Final Round.

Lomba ini diselenggarakan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Jumat (15/08). Posisi kedua diraih oleh tim asal Australia dan ketiga diraih oleh tim asal Singapura. 

Ajang ini merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Global Insurance Partner (GAIP), dan bekerja sama dengan NTU. Kompetisi ini dihadiri oleh tim mahasiswa dari 10 negara, antara lain Indonesia, Singapura, Jepang, Hong Kong, Australia, China Taipei, dan beberapa negara Asia lainnya.

Baca juga: Keren! IPB Kembali Cetak Rekor MURI Lewat Formasi 3D Unik Tas Jinjing

Tim mahasiswa UGM terdiri dari tiga orang, yaitu Rafael Wicaksono Hadi, Victorius Chendryanto, dan Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana, serta dosen pembimbing Dr. Danang Teguh Qoyyimi. Mereka berasal dari Program Studi Aktuaria UGM.

Kembangkan Sistem ORBIS

Rafael dan kawan-kawan mengembangkan inovasi sistem ORBIS (Dynamic Copay Modelling System). Inovasi ini berawal dari keresahan karena inflasi biaya kesehatan, yang makin mengkhawatirkan. 

Selain menjawab inflasi, sistem ORBIS dirancang untuk mengatasi masalah ketidakefisienan cost-sharing. Mereka melakukan diskusi topik dengan proses yang panjang, bahkan mencapai empat bulan. 

“Nah, itu memang challengenya disitu diawal - awal, sebenarnya apa yang bagus, yang baik, yang mungkin inovasinya itu nanti bermanfaat dan seterusnya,” jelas Danang.

Baca juga: Beri Pelatihan Public Speaking, Upaya Mahasiswa KKN UMM Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa SD

Proses Panjang dan Materi Berat

Ia juga mengaku, kalau proses persiapan kompetisi ini sangat intens, hingga berhasil meraih juara 1 pada tingkat internasional. Sebelumnya, tim ini juga berhasil meraih juara pada tingkat nasional.

“Kita senang dan bangga bisa menjadi juara satu tingkat internasional,” katanya.

Materi yang diperlombakan pada kompetisi ini dinilai cukup berat, karena menyoroti terkait inflasi kesehatan yang dianggap mengkhawatirkan. 

Hal ini berdasarkan data kenaikan klaim asuransi kesehatan yang signifikan di beberapa tahun belakangan. Selain itu, ada overtreatment yang buat klaim asuransi juga naik.

Baca juga: 376 Mahasiswa UGM Ikuti Kegiatan PIONEER, Salah-satu Upaya Internasionalisasi

“Nah, kita ingin punya kontribusi itu ke menyelesaikan permasalahan itu, makanya kemudian kita sepakat dengan teman-teman mahasiswa untuk mengangkat isu terkait dengan health inflation,” jelasnya.

Wadah Berjejaring dan Belajar

Inovasi yang ditawarkan disebut dengan dynamic co-payment. Gagasannya sebagai bentuk antisipasi risiko tinggi pada asuransi pada sharing biaya. Dinamis disini yaitu berdasarkan risiko dan kebutuhan masing-masing orang.

"Cuma daripada co-paymentnya itu fix, kita coba untuk membuatnya itu dinamis berdasarkan resiko masing-masing”, terang Danang.

Baca juga: Pot Tumbuh Kreasi KKN UMM membantu SDN Sumbertaman 2 pada perlombaan Adiwiyata Kota Probolinggo

Terakhir, Danang juga menyebut kalau kompetisi ini bukan sebatas memenangkan perlombaan. Akan tetapi, sebagai wadah untuk berjejaring, menerima masukan, hingga belajar sesama mahasiswa.

“Jadi, bagi saya kompetisi itu jadi alat yang sangat baik untuk teman-teman sekalian untuk mendengar, berdiskusi, menerima masukan, dan seterusnya,”pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU