Minggu, 24 AGUSTUS 2025 • 07:10 WIB

Tanam Kebaikan, Gali Solusi: Mahasiswa KKN Undip Dorong Kesadaran Sampah di Dusun Jaten

Author

Mahasiswa KKN-T Tim 102 Pemberdayaan Masyarakat Dusun Jaten tentang Kesadaran Sampah dan Biopori. (Orin Naswa Pradifta Kusuma)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 102 Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan pemberdayaan masyarakat di Desa Muncar, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada akhir Juli lalu.

Tema yang dipilih yakni “Tanam Kebaikan, Gali Solusi: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemilahan Sampah dan Biopori Bersama Kelompok Tani Sumber Makmur 5 Dusun Jaten” .

Kegiatan ini digagas oleh tiga mahasiswa anggota KKN-T Tim 102 Undip, di antaranya Nur ’Azizah dan Rafly Riza Saputra (Fakultas Teknik Undip), serta Vinta Syaputri (Fakultas Sains dan Matematika Undip). 

Kolaborasi oleh mahasiswa program keilmuan kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) ini berangkat dari observasi terhadap permasalahan lingkungan di Dusun Jaten. 

Baca juga: Jangan Panik! Ini 6 Hal yang Sebenarnya Gak Penting Kamu Pikirkan saat Awal Kuliah

Pemberdayaan ini bertujuan untuk menciptakan solusi terhadap masalah sampah di Dusun Jaten, di mana sebagian besar masyarakat masih membakar sampah atau membuang sampah di sekitar sungai, tanpa pengelolaan lebih lanjut.

Pemberdayaan dilaksanakan dengan penyampaian tiga sasaran materi utama, meliputi pemilahan sampah, pengolahan sampah, serta pengenalan biopori. 

Sesi pemaparan diawali dengan penyampaian materi mengenai jenis-jenis sampah. Ketiga mahasiswa tersebut menunjukan cara pemilahan sampah paling dasar dengan mengenali jenis sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beacun (B3). 

Setelah dipilah sesuai jenis dan karakteristik masing-masing, sampah kemudian diolah berdasarkan prinsip 3R (Reduce/mengurangi, Reuse/menggunakan kembali, dan Recycle/mendaur ulang). 

Baca juga: Intip Do and Don't Selama Kuliah, Panduan Mahasiswa Biar Gak Salah Langkah

Pengenalan alternatif pengolahan sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan akibat pembakaran sampah. 

Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah mengandung partikel halus serta gas beracun akibat pembakaran tidak sempurna, seperti karbon monoksida (CO). 

Asap yang terhirup terus menerus akan meningkatkan resiko penyakit pernapasan serta mencemari lingkungan lewat bau pembakaran yang menyengat.

Kegiatan pemberdayaan dilanjutkan dengan memberikan pelatihan pembuatan biopori bersama warga Dusun Jaten. 

Baca juga: Beruntung Banget, 4 Siswa SMK Dapat Beasiswa Penuh hingga Lulus dari ASTRAtech

Biopori merupakan lubang resapan berbentuk silinder vertikal yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter sekitar 10–30 cm dan kedalaman 80–100 cm. 

Biopori dapat menjadi salah satu alternatif pengolahan sampah organik, di mana sampah seperti daun kering atau sisa makanan yang dimasukkan ke dalamnya. 

Sampah tersebut akan terurai menjadi kompos alami dengan bantuan organisme tanah sehingga dapat dimanfaatkan kembali. 

Kegiatan ini disambut oleh antusiasme masyarakat. Hal itu tampak dari antusiasme mereka dalam mengajukan pertanyaan. 

Baca juga: PMM UMM : Ringinkembar Kembangkan Potensi Lewat Pelatihan Digital

Perwakilan Kelompok Tani di tingkat Kecamatan Susukan mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan pentingnya pengelolaan sampah demi melindungi masa depan masyarakat serta lingkungan desa secara berkelanjutan.

Pemberdayaan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Muncar terhadap pengelolaan sampah. 

Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN-T Tim 102 Undip, diharapkan warga bersama Kelompok Tani Sumber Makmur 5 Dusun Jaten dapat lebih disiplin dalam memilah sampah.

Langkan tersebut akan berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU