Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 12:10 WIB

Selamatkan Identitas Lokal, Mahasiswa Undip Bikin Buku Sejarah Desa!

Author

Serah terima Buku Jejak Sejarah Desa Dersansari (Kayla Azzahra P)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 100 Universitas Diponegoro bikin gebrakan di Desa Dersansari, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. 

Mereka berhasil menyusun dan meluncurkan Buku Jejak Sejarah Desa Dersansari yang mendokumentasikan perjalanan sosial budaya masyarakat periode 2020–2025.

Buku ini digagas oleh Kayla Azzahra Putri dari Fakultas Ilmu Budaya. Proses penulisan dilakukan lewat wawancara langsung dengan perangkat desa, tokoh agama, petani, pelaku UMKM, hingga seniman reog. 

Minimnya arsip tertulis membuat metode wawancara lisan jadi kunci utama. Selain itu, mahasiswa juga mengumpulkan foto dan dokumen lama. 

Baca juga: 5 Cara Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan Mudah dan Gratis, Dijamin Lolos

Hasilnya tersusun catatan berharga tentang asal-usul Desa Dersansari, tradisi keagamaan, kehidupan pertanian, sampai dinamika sosial yang jarang diketahui orang luar.

Sebelum ada buku ini, sejarah lokal Desa Dersansari nyaris tidak terdokumentasi. Padahal, tanpa catatan tertulis, identitas desa rawan hilang ditelan modernisasi. 

Kehadiran buku sejarah ini akhirnya jadi pengingat, sekaligus penguat rasa bangga warga terhadap budaya mereka.

“Buku ini bukan sekadar catatan, tapi identitas desa yang harus dijaga,” ungkap salah satu tokoh setempat saat diwawancarai.

Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif supaya Lebih Konsentrasi: Dapat Hasil Maksimal Bukan Cuma Impian Semata!

Program KKNT Tim 100 Semester Genap 2024/2025 ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa bagi desa. Lewat buku sejarah lokal, Desa Dersansari kini punya arsip resmi yang bisa dijadikan referensi akademik, bahan refleksi, bahkan promosi potensi desa.

Kini Desa Dersansari tak hanya dikenal lewat hasil pertaniannya, tapi juga karena kaya akan sejarah dan tradisi yang jadi kebanggaan bersama.

Pemerintah desa bersama mahasiswa berharap buku ini bisa menjadi awal dari gerakan literasi sejarah di tingkat desa. Ke depan, warga didorong untuk terus menambah catatan baru agar identitas Desa Dersansari tidak hanya tersimpan di ingatan, tapi juga terdokumentasi dengan baik untuk generasi berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU