Kangkung Hidroponik Jadi Andalan, Mahasiswa Undip Dampingi Warga Desa Dersansari Jaga Ketahanan Pangan
INDOZONE.ID - Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 100 Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi di Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pada Kamis (18/8/2025), mereka bersama ibu-ibu PKK Dusun Dersan Wetan melaksanakan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan menanam kangkung menggunakan metode hidroponik.
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas jurusan. Kayla Azzahra Putri dari Fakultas Ilmu Budaya menyusun panduan tertulis yang berisi langkah-langkah praktis bercocok tanam kangkung hidroponik.
Panduan ini menjadi pegangan warga agar bisa menanam secara mandiri. Dewi Laksmi Kusuma Wardani dari FISIP berperan menggerakkan partisipasi warga, khususnya ibu-ibu PKK, dengan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya P2L untuk ketahanan pangan keluarga.
Baca juga: 5 Cara Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan Mudah dan Gratis, Dijamin Lolos
Sementara itu, Rachel Rutbatin Aliya, juga dari FISIP, mendampingi warga langsung saat praktik menanam kangkung hidroponik, memastikan setiap tahapan bisa dilakukan dengan benar.
Mahendra Satrio Laksono (Rio) dari Program Studi Bahasa Asing Terapan menghadirkan nuansa berbeda dengan memperkenalkan pencatatan harian pertumbuhan tanaman, terinspirasi dari budaya Jepang yang disiplin.
Melalui jurnal sederhana, warga diajak mencatat jadwal penyiraman, perkembangan daun, hingga jumlah panen kangkung. Metode ini membantu warga memahami proses bercocok tanam secara lebih terukur dan konsisten.
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Dersan Wetan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ibu-ibu PKK terlihat antusias mencoba menanam kangkung hidroponik di pekarangan rumah mereka.
Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif supaya Lebih Konsentrasi: Dapat Hasil Maksimal Bukan Cuma Impian Semata!
Meski sebagian warga masih baru dengan metode hidroponik, pendampingan mahasiswa membuat teknik ini lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.
Pemerintah desa mengapresiasi kegiatan ini karena berpotensi menjadi program berkelanjutan.
Dengan adanya P2L berbasis hidroponik, warga tidak hanya mendapat tambahan sumber pangan bergizi, tetapi juga peluang ekonomi jika hasil panen kangkung dipasarkan melalui BUMDes.
Program KKNT Tim 100 UNDIP ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak besar.
P2L di Dusun Dersan Wetan bukan hanya soal menanam kangkung hidroponik, tetapi juga sarana edukasi, kebersamaan, dan kedisiplinan yang memperkuat ketahanan pangan desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung