Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 14:10 WIB

Dari Barang Bekas Jadi Solusi, Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Penabur Pupuk Praktis

Author

Demonstrasi penggunaan alat penabur pupuk sederhana karya mahasiswa UNDIP berlangsung di Balai Desa Dersansari. (Kayla Azzahra P) 

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 100 Universitas Diponegoro kembali membawa inovasi sederhana namun bermanfaat untuk petani di Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. 

Pada 7 Agustus 2025, mereka menggelar kegiatan Demonstrasi Rancang Bangun dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Penabur Pupuk Sederhana dari Paralon Bekas.

Program ini dipelopori oleh Diah Ayu Puspitasari, mahasiswa Sekolah Vokasi Rekayasa Perancangan Mekanik. Dengan sasaran utama kelompok tani setempat, Diah memperkenalkan cara baru menabur pupuk menggunakan alat sederhana berbahan dasar paralon bekas. 

Kegiatan ini berlangsung selama 30 menit dengan metode penyuluhan dan demonstrasi langsung di lapangan.

Baca juga: 5 Cara Lolos Beasiswa ke Luar Negeri dengan Mudah dan Gratis, Dijamin Lolos

Melalui kegiatan ini, Diah menjelaskan bahwa banyak petani di Desa Dersansari masih mengandalkan cara manual dalam memberikan pupuk pada tanaman, khususnya palawija seperti jagung. 

Cara manual sering membuat proses jadi kurang efektif, memakan banyak waktu, dan tidak merata. Inovasi alat penabur pupuk dari paralon bekas diharapkan menjadi solusi tepat guna, mudah dibuat, murah, dan bisa diaplikasikan langsung oleh petani.

Demonstrasi dilakukan dengan memperlihatkan cara merakit alat, menjelaskan fungsinya, hingga praktik langsung di lahan pertanian. 

Para petani terlihat antusias mencoba menggunakan alat ini karena bentuknya sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar untuk dibuat. 

Baca juga: 4 Tips Belajar Efektif supaya Lebih Konsentrasi: Dapat Hasil Maksimal Bukan Cuma Impian Semata!

Dengan memanfaatkan barang bekas, petani juga didorong untuk lebih kreatif serta inovatif dalam mendukung kegiatan pertanian sehari-hari.

Tujuan utama dari program ini adalah agar petani bisa berinovasi dengan teknologi sederhana yang ramah lingkungan sekaligus mendukung produktivitas. 

Manfaat yang diharapkan, selain mempercepat proses penaburan pupuk, juga membuat petani lebih terbuka pada ide pemanfaatan barang bekas. 

Hasil nyata dari kegiatan ini adalah terciptanya alat penabur pupuk sederhana yang bisa dijadikan prototipe untuk dikembangkan lebih lanjut oleh kelompok tani.

Baca juga: Mau Lintas Jurusan saat Kuliah? Perhatikan 5 Tips Ini biar Gak Salah Langkah

Pemerintah Desa Dersansari menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa UNDIP ini. Bagi mereka, kegiatan seperti ini bukan hanya memberi ilmu baru, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan potensi sekitar secara lebih kreatif. 

Harapannya, alat penabur pupuk sederhana dari paralon bekas bisa terus dikembangkan dan digunakan secara berkelanjutan untuk membantu pekerjaan petani di desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU