Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 09:46 WIB

Edukasi Vitamin A di Posyandu Dahlia: Mahasiswa Undip Ajak Orang Tua Lebih Peduli Gizi Balita

Author

Mahasiswa KKN Undip dan kader Posyandu Dahlia berfoto bersama usai kegiatan edukasi vitamin A untuk balita. (Azimatul/Z Creators)

INDOZONE.ID - Suasana Posyandu Dahlia, Dusun Dersan Wetan, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh, Sabtu (2/8), terasa lebih ramai dari biasanya. Kegiatan rutin posyandu balita dan lansia kali ini semakin istimewa dengan hadirnya mahasiswa KKNT Tim 100 Universitas Diponegoro yang mengadakan program bertema “Edukasi Pentingnya Pemberian Vitamin A untuk Anak (Lindungi si Kecil dari Risiko Buta & Penyakit dengan Vitamin A).”

Program ini menyasar para orang tua yang memiliki balita agar semakin memahami pentingnya pemberian vitamin A secara rutin. Menurut data World Health Organization (WHO, 2020), sebanyak 190 juta balita di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun, 250 ribu hingga 500 ribu anak mengalami kebutaan akibat kekurangan vitamin A, dan separuhnya meninggal dalam waktu 12 bulan setelah muncul gejala kehilangan penglihatan.

“Data dari WHO jelas menunjukkan betapa seriusnya masalah kekurangan vitamin A. Padahal, cukup dengan kapsul kecil dua kali setahun, risiko kebutaan bahkan kematian bisa dicegah. Itu sebabnya orang tua perlu selalu datang ke posyandu di bulan Februari dan Agustus,” terang Azimatul Ulya, mahasiswa Kedokteran Undip sekaligus penggagas kegiatan ini.

Baca juga: Pelayanan Makin Mudah, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Website Desa Dersansari

Edukasi vitamin A kali ini dilakukan khusus untuk orang tua yang memiliki balita. Azimatul menjelaskan pentingnya pemberian vitamin A dengan menggunakan leaflet edukatif, yang kemudian dibagikan kepada masing-masing orang tua. Leaflet ini dimaksudkan agar informasi bisa disimpan, diingat, dan dilaksanakan secara rutin di rumah.

Mahasiswa KKN Undip menjelaskan pentingnya vitamin A kepada orang tua balita di Posyandu Dahlia. (Azimatul/Z Creators)

Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN juga aktif membantu jalannya kegiatan posyandu. Pada posyandu balita, mahasiswa mendampingi kader dalam mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, serta lingkar lengan. Sementara itu, di posyandu lansia, mahasiswa turut membantu pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Mahasiswa KKN UIN Walisongo juga ikut terlibat, khususnya dalam pendampingan pengukuran antropometri. Pada kesempatan ini, para balita dan lansia juga berkesempatan berkonsultasi langsung dengan Bidan Desa Dersansari yang hadir di Posyandu Dahlia.

Kegiatan berjalan lancar. Balita yang menerima kapsul vitamin A tampak tenang dan tidak rewel. Mahasiswa juga sesekali bermain dengan anak-anak, membantu merayu mereka agar proses posyandu lebih menyenangkan. Setelah pemeriksaan selesai, para balita dan lansia mendapatkan snack sehat yang sudah disiapkan kader posyandu.

Baca juga: Petani Desa Dersansari Kini Punya Solusi Hama! Mahasiswa UNDIP Kenalkan Pestisida Akar Bambu

Acara ditutup dengan dokumentasi bersama mahasiswa KKN dan kader posyandu sebagai kenang-kenangan. Leaflet edukatif yang dibagikan Azimatul diharapkan dapat terus digunakan oleh kader dan orang tua agar edukasi vitamin A berkelanjutan di Posyandu Dahlia.

“Harapannya, edukasi ini membuat orang tua semakin peduli terhadap gizi anak, bukan hanya saat pemberian vitamin A di bulan Februari dan Agustus, tetapi juga dalam keseharian. Dengan begitu, kita bisa menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” tambah Azimatul.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Undip berharap Desa Dersansari semakin aktif menjaga kesehatan balita dan lansia melalui posyandu. Edukasi sederhana ini diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kualitas kesehatan masyarakat ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU