Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 18:42 WIB

IPB-Kemenhut Kembangkan Teknologi untuk Penyelamatan Badak Jawa dan Sumatera yang Terancam Punah

Author

IPB-KEMEHUT (https://www.ipb.ac.id/)

INDOZONE.ID - Kepunahan Badak Jawa dan Badak Sumatera di depan mata. Berdasarkan data savetherhino.org populasi satwa langka ini berjumlah 50 ekor untuk Badak Jawa dan 34-47 ekor untuk Badak Sumatera.

Untuk mencegah terjadinya kepunahan Badak Jawa dan Badak Sumatera, Institut Pertanian Bogor (IPB) University bareng Kementrian Kehutanan (Kemenhut), mengembangkan Laboratorium Pusat Assisted Reproductive Technology (ART) dan Biobank Indonesia.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa UMS: Filter Rokok Ramah Lingkungan dari Daun Nanas Jadi Solusi Kesehatan Global

Fasilitas ini bakal jadi pusat penyimpanan informasi genetik satwa liar, sekaligus solusi buat mencegah kepunahan Badak Jawa dan Badak Sumatera. 

Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan Republik Indonesia mengatakan, pihaknya bakal  ngebuka ruang sebesar-besarnya bagi perguruan tinggi. Khususnya IPB University, yang berperan penting dalam penelitian terkait kehutanan dan konservasi.

“Selama saya jadi Menteri, inisiatif apa pun dari universitas, terutama IPB University yang memang sangat dekat dengan bidang kehutanan, saya akan bersedia mempergunakan otoritas saya untuk membangun jalan ilmu pengetahuan yang menjembatani antara policy maker dengan pengetahuan para researcher ,” ujar Mentri Kehutanan Raja Juli Antoni, sepert INDOZONE sadur dari laman resmi IPB, Rabu (3/8/2025)

Teknologi yang dikembangin akan mencakup inseminasi buatan, fertilisasi in vitro (IVF), transfer embrio, sampai kriopreservasi sperma & sel telur. Semua ini disiapin agar pemeliharaan dan perlindungan satwa lebih modern dan efektif.

Dalam acara peletakan batu pertama di Kampus IPB Dramaga Bogor, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkapkan penting banget untuk bisa menjembatani kebijakan pemerintah dan fakta ilmiah di lapangan.

“Saya siap mendukung penuh inisiatif IPB University. Inilah cara kita pastikan anak cucu masih bisa lihat kekayaan hayati Indonesia secara langsung,”  ungkap Mentri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Baca juga: GP Ansor Wajo Gelar Festival Budaya Saoraja Latenribali 2025, Lestarikan Tradisi Lokal Lewat Inovasi Modern

Rektor IPB University, Prof. Arif Satria menegaskan bahwa pengembangan biobank oleh IPB University bersama Kementerian Kehutanan menjadi bagian penting dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

“Konservasi nggak cukup hanya di hutan. Kita butuh konservasi genetik biar populasi satwa langka tetap bisa berlanjut,” tegas Rektor IPB University, Prof. Arif Satria.

Nah gimana pendapat kamu dengan kerja sama IPB university dan Kemenhut?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU