Kamis, 11 SEPTEMBER 2025 • 13:20 WIB

dr. Firas Farisi Raih MURI sebagai Pencetak Jurnal Scopus Terbanyak Selama Studi Doktoral

Author

dr. Firas Farisi Alkaff dalam sambutannya (fk.unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Kalau kamu mahasiswa, kamu pasti setidaknya pernah sekali mencoba publikasi jurnal ke dalam Scopus, kan?

Bukan hanya karena namanya yang prestisius, melainkan karena ketatnya persyaratan untuk bisa masuk ke dalam publikasi Scopus.

Tapi ada loh yang gacor dalam publikasi jurnal di Scopus dan membuktikan bahwa semua orang pasti bisa melakukannya.

Baca juga: 5 Kampus yang Punya Jurusan Kedokteran Terbaik di Dunia, Mana Impianmu?

Dia adalah dr. Firas Farisi Alkaff, Ph.D., seorang dosen di Departemen Anatomi, Histologi, dan Farmakologi FK UNAIR, sekaligus alumni FK UNAIR.

Pencapaian ini diraih berkat keberhasilannya mempublikasikan 68 jurnal terindeks Scopus selama studi doktoralnya di University of Groningen, Belanda. Jurnal-jurnal tersebut antara lain:

Baca juga: Keren! IPB Kembali Cetak Rekor MURI Lewat Formasi 3D Unik Tas Jinjing

  • Q1: 35 Publikasi (51,5 persen)
  • Q2: 11 Publikasi (16 persen)
  • Q3: 18 Publikasi (26,5 persen)
  • Q4: 4 Publikasi (6 persen)

Prestasinya menjadi kebanggaan seluruh keluarga civitas dan bangsa. Pencapaian ini pun diakui secara resmi oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Baca juga: Kisah Welin Kusuma, Koleksi 45 Gelar dengan Rekor 111 SKS dalam Satu Semester

Pemberian penghargaan dan penyerahan MURI (fk.unair.ac.id)

Penghargaan ini diberikan di Aula FK UNAIR dan dihadiri sejumlah tokoh penting kampus, jajaran pimpinan FK UNAIR, beserta perwakilan kampus lain dan perwakilan MURI.

Menurut perwakilan MURI, Anand Wikrama, rekor ini menjadi yang pertama kalinya di Indonesia untuk kategori mahasiswa program doktoral dengan jumlah publikasi terbanyak di jurnal terindeks Scopus.

Baca juga: Universitas Jember dan Bapanas Pecahkan Rekor MURI Sarapan Bergizi Bersama 1000 Pelajar

Dengan pencapaian ini, dr. Firas berpesan bahwa hal ini bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Ia mengajak akademisi, dengan lingkungan yang suportif dan lengkap seperti UNAIR, tidak sulit untuk bahkan melampauinya.

"Knowledge is better than wealth because it protects you, while you have to protect wealth," pungkasnya, mengutip kutipan dari Ali bin Abi Thalib.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fk.unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU