Jumat, 12 SEPTEMBER 2025 • 11:20 WIB

Tim Reactics UGM Raih Juara Chem-E-Car, Pastikan Siap Tanding Kompetisi Internasional di Boston

Author

Tim Reactics Chem-E-Car UGM (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini giliran komunitas Reactics Chem-E-Car atau komunitas regional Chem-E-Car.

Tim Reactics berhasil mengamankan posisi pertama di Race Competition, kedua di Poster Competition, dan mendapatkan penghargaan Best Video Profile Competition. 

Atas raihan ini, tim Reactics berhak berangkat ke AIChE (Annual Student Conference Chem-E-Car Competition). Ajang ini akan diselenggarakan di Boston, Amerika Serikat pada November mendatang.

Baca juga: Fulbright Scholarship Beri Kesempatan Kuliah Gratis di AS: Simak Syarat dan Ketentuannya!

Tim Reactics ini terdiri Thomas Aquino Widaya Putra atau akrab disapa Nino, mahasiswa Prodi Teknik Kimia angkatan 2022, Rafa Haidar Wicaksana (Departemen Teknik Mesin dan Industri), beranggotakan Ikhlasul Amal Abda’i (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Akmal Argiyanto Pratama (Departemen Teknik Kimia).

Lalu ada Ariyo Favian Tamim (Departemen Teknik Mesin dan Industri), Bintang Ramadhan (Departemen Teknik Kimia), serta Muhammad Andriano Hasnam (Departemen Teknik Nuklir dan Fisika) sebagai manajer tim.

Baca juga: UGM Luncurkan Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Pertama di Asia!

Keunikan Prototipe Mobil Kimia

Tim ini menghadirkan sebuah prototipe mobil kimia dengan konsep yang unik. Mereka menggunakan gas CO2 sebagai sumber energi, yang dihasilkan reaksi asam-basa antara asam asetat dan natrium karbonat.

Selain itu, reaksi ini juga bersifat endotermik, jadi memerlukan pemicu eksternal.

“Gas CO₂ yang digunakan pun tergolong aman dan stabil karena tidak mudah terbakar seperti gas O₂,” tutur Akmal, Rabu (10/9), di Kampus UGM.

Prototipe mobil kimia (ugm.ac.id)

Baca juga: dr. Firas Farisi Raih MURI sebagai Pencetak Jurnal Scopus Terbanyak Selama Studi Doktoral

Keunikan lain dari mobil ini yaitu pada sistem stopping. Tim Reactics memanfaatkan sensor cahaya, dengan prinsip turbiditas atau kekeruhan yang muncul akibat adanya akumulasi sulfur. Ini merupakan reaksi dari natrium tiosulfat dan asam sulfat.

Kondisi keruh seperti ini membuat cahaya yang menembus sensor jadi makin sedikit, sehingga pada titik itu mobil berhenti.

Baca juga: Kisah Haru Aang Saipul Hajami: Dampingi Ayah dari Semester 1 yang Sakit hingga Wisuda Tanpa Kehadirannya

Perjalanan yang Panjang

Nino mengungkapkan perjalanan tim ke tingkat internasional bukan hal yang instan. Setiap tahun, tim selalu berupaya untuk berpartisipasi pada ajang internasional, seperti di Malaysia, Jerman, dan Amerika Serikat. 

“Persiapan tidak hanya teknis, tetapi juga strategi pendanaan dan keberangkatan tim. Berkat kerja sama tim dan dukungan fakultas, universitas, serta sponsor, kami akhirnya mampu menembus kompetisi internasional,” tuturnya.

Baca juga: Viral di TikTok, Mahasiswa Ini Wisuda Tanpa Ayah yang Selalu Menemani Sejak Semester 1

Tantangan dan Momen Berkesan

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh tim yaitu keterbatas waktu, karena banyak anggota tim yang bersamaan mengikuti KKN.

“Solusi yang kami lakukan adalah membagi waktu seefektif mungkin, menyusun jadwal kerja yang ketat, serta membagi tugas sesuai keahlian masing-masing anggota. Dengan disiplin dan komitmen, mobil berhasil diselesaikan tepat waktu,” ungkap Nino.

Bukan cuma tantangan, ia juga mengungkapkan momen berkesan, seperti seminggu sebelum lomba yang harus bekerja intensif siang dan malam.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa TAMBA SAMBA Dibuka, Bisa Studi ke AS Gratis Plus Uang Saku Rp41 Juta

“Walaupun melelahkan, justru momen tersebut mempererat hubungan antar anggota tim dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat. Suasana penuh canda, kerja keras, dan semangat kolektif menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” ujarnya.

Harapan Dapat Prestasi Terbaik

Nino pun mengungkapkan ketertarikannya gabung komunitas Chem-E-Car. Ia merasa atmosfer yang kompetitif dan banyak pengalaman.

“Reactics sangat kompetitif dengan semua lomba yang diikuti, banyak insight serta pengalaman yang bisa diperoleh. Selain itu, komunitas ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan teamwork, problem solving, dan kreativitas dalam merancang solusi,” jelasnya.

Baca juga: 4 Cara Efektif Belajar IELTS: Dijamin Dapat Skor Tinggi dan Lolos di Kampus Impian

Setelah dipastikan lolos ke kompetisi internasional, Nino berharap timnya bisa mendapatkan prestasi terbaik.

“Kami bangga bisa menjadi bagian dari Reactics Chem-E-Car UGM yang membawa nama universitas dan Indonesia ke kancah internasional,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU