INDOZONE.ID - Semangat generasi muda menganyam pendidikan semakin terasa. Mulai dari masuk perguruan tinggi di usia 15-16 tahun, Duiddo Imani Muhammad juga jadi salah satu mahasiswa termuda yang lulus dengan usia termuda.
Duiddo Imani Muhammad atau akrab dipanggil Oi, muncul sebagai lulusan termuda pada acara wisuda sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) dari S1 Prodi Ilmu Hukum di usianya yang menginjak 20 tahun.
Baca juga: Catat Rekor di 2025, Ini Sosok Mahasiswa Termuda UNY di Usia 16 Tahun
Dalam kurun waktu di bawah 4 tahun, Oi menyelesaikan studi dengan IPK 3,64, yang mana rata-rata usia lulus program sarjana adalah 22 tahun.
Oi membagikan ceritanya tentang bagaimana dirinya bisa masuk UGM dengan usianya yang terbilang sangat cepat.
Ia mengaku, perjalanan pendidikannya bermula pada masuk sekolah dasar lebih cepat, saat dirinya berusia 5 tahun. Sementara begitu memasuki ranah SMA, Oi mengikuti kelas akselerasi dan berhasil lulus dalam 2 tahun.
Baca juga: Novi Putri Dinobatkan Maba UNY Usia Termuda 15 Tahun, Ternyata Begini Faktanya
"Saya masuk SD di umur 5 tahun 7 bulan dan ikut akselerasi pas SMA lewat program Kelompok Belajar Cepat,” jelasnya, dikutip dari laman resmi UGM.
Sementara ketertarikannya pada Ilmu Hukum datang dari latar belakang keluarganya yang menekuni pendidikan hukum.
Ini yang membuatnya merencanakan jalan menuju cita-citanya sebagai notaris sejak di bangku SMA. Sejalan dengan cita-citanya, Oi memilih magang di kantor notaris dan tetap aktif di organisasi kampus.
Dari pengalaman itu, ia banyak belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, dan pentingnya kemampuan beradaptasi.
Baca juga: Kisah Alim Anggono, Rektor Termuda di Indonesia yang Mendirikan Universitas di Usia 26 Tahun
Menurutnya, skill adaptasi sangat penting di dunia nyata, seperti bagaimana dirinya mengatasi kendala dan kesulitan dalam penyusunan skripsi yang berhubungan dengan penggunaan hak tanah milik pemerintah Surabaya oleh masyarakat.
Hal itu pula yang ingin ia bagikan kepada generasi muda. Ia berpesan, usia tidak jadi patokan jalan hidup seseorang akan berseragam dengan lainnya. Menjadi muda dan lulus lebih cepat memang sebuah kelebihan, tapi percayalah bahwa garis nasib tiap orang berbeda.
Baca juga: Kakek Rudy Raih Gelar Doktor di SBM ITB di Usia 73 Tahun, Bukti Belajar Gak Pernah Telat
Jangan mudah merasa FOMO (fear of missing out) tapi fokus pada diri bagaimana seseorang bisa mengasah cara berpikir dan menambah pengalaman yang berguna untuk masa depan.
Siapkan rencana masa depan dan strategi yang baik tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain. "Terus semangat, pantang menyerah dan jangan lupa adaptif,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id