Rabu, 17 SEPTEMBER 2025 • 17:16 WIB

Lulusan George Washington University Sampaikan Pidato Wisuda Soal Konflik Gaza yang Guncang Kampus

Author

Momen Cecilia Culver melakukan Pidato wisuda di Washington University (GWU) (gwhatchet.com)

INDOZONE.ID - Pidato wisuda itu biasanya penuh rasa syukur dan harapan masa depan. Tapi ada yang beda nih dengan apa yang dilakukan Cecilia Culver, lulusan George Washington University (GWU). Dia justru memanfaatkan panggungnya untuk menyuarakan kritik pedas terhmahadap kebijakan pendidikan dan politik global.

Dalam pidatonya, Culver mengungkapkan rasa malu karena biaya kuliah yang ia bayarkan ternyata digunakan untuk hal-hal yang menurutnya bermasalah.

Baca juga: Mahasiswi China Cetak Sejarah di Harvard, Sampaikan Pesan Persatuan Global dalam Wisuda

Dengan suara tegas, Culver menyebut adanya aliran dana universitas-universitas di Amerika Serikat yang diduga terkait dengan pendanaan Israel dalam konflik Gaza.

Ucapannya langsung tentu aja langsung ngundang reaksi heboh di auditorium, dengan banyak hadirin memberi applause sebagai bentuk dukungan.

Pidato yang Jadi Sorotan

Momen ini jadi sorotan besar, bukan cuma karena diucapkan di acara wisuda resmi, tapi juga karena Culver berani memanfaatkan kesempatan itu untuk mengangkat isu sensitif. Culver menegaskan kalau mahasiswa berhak tahu ke mana uang kuliah mereka dialokasikan, terutama jika menyangkut masalah kemanusiaan.

Pidatonya dengan cepat menyebar di media sosial, membuat banyak orang memberikan beragam reaksi. Ada yang mengapresiasi keberaniannya berbicara di hadapan publik, namun tak sedikit pula yang menilai langkahnya sebagai tindakan kontroversial.

Respons Pihak Kampus

Tak lama setelah insiden tersebut, pejabat universitas mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan Culver yang dianggap sebagai pelanggaran kode etik.

Lebih jauh, pihak kampus juga mengumumkan dimulainya penyelidikan internal untuk menindaklanjuti peristiwa ini.

Bagi banyak mahasiswa, sikap universitas ini memunculkan perdebatan baru, apakah pidato mahasiswa di panggung wisuda harus dibatasi oleh aturan formal, atau justru diberi ruang sebagai wujud kebebasan berekspresi.

Bersuara Awal Perubahan

Bagi mahasiswa di mana pun, kisah ini nunjukin kalau pidato wisuda bisa lebih dari sekadar simbol perpisahan. Itu bisa menjadi wadah aspirasi, kritik, bahkan bentuk perlawanan terhadap hal-hal yang dianggap tidak adil.

Apa yang dilakukan Culver sejalan dengan semangat mahasiswa sebagai agen perubahan. Keberanian berbicara di ruang publik menandakan kalau suara mahasiswa punya potensi besar dalam memengaruhi opini masyarakat, bahkan hingga level global.

Baca juga: Uniknya Wisuda Ala Kyoto University, Dari Cosplay Anime sampai Kostum Unik!

Culver gak hanya menyuarakan kegelisahan pribadi, tapi juga membuka ruang diskusi luas tentang transparansi pendidikan, etika, dan peran mahasiswa di dunia. Keberanian berbicara adalah kunci, karena kampus tidak hanya tempat mencari ilmu, tapi juga ruang untuk menyuarakan kebenaran.

Nah, kalau kamu jadi audiens pada saat Culver pidato, kamu bakal dukung atau ngekritik tindakan Culver?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Gwhatchet.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU