Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 16:14 WIB

UGM Tebar 5 Ribu Bibit Wader Pari di Sungai Baros, Upaya Pulihkan Ikan Lokal dan Ketahanan Pangan

Author

Momen Tebar 5.000 Bibit Wader Pari di Sungai Baros. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM), buat gebrakan dengan menebar 5.000 bibit ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata) di Sungai Baros, pada Senin 15 September 2025.

Kegiatan ini demi memperkuat populasi ikan di alam, menjaga kepunahan sumber daya, serta meningkatkan pemanfaatan secara berkelanjutan, bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, BRIN, GAIN Indonesia, dan mahasiswa.

Baca juga: Mahasiswa UNDIP Ciptakan Sensor Deteksi Antibiotik Berbasis CDQs: Lebih Murah dan Cepat

Kegiatan ini bagian dari workshop Wader Pari Restocking Activity for Food Dashboard System (FDS) yang dilaksanakan di Balai Desa Tirtohargo. 

Kenapa Wader Pari dan Sungai Baros?

Populasi ikan di alam makin susut gara-gara beberapa faktor, habitat alami yang rusak, penangkapan berlebihan, dan praktik perikanan yang kurang ramah lingkungan.

Semua ini mengancam stok ikan lokal yang jadi sumber protein, sekaligus bagian dari budaya lokal. UGM dan lainnya melihat, bahwa restocking yaitu pengembalian bibit ikan ke habitatnya adalah salah satu langkah strategis.

Sungai Baros dipilih karena lokasinya yang strategis di Kretek, Bantul, masih punya potensi alami dan komunitas lokal yang siap berkontribusi dalam pemeliharaan habitat.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, dengan dukungan masyarakat dan pihak terkait, kegiatan tebar ikan ini diharapkan bisa bantu menguatkan ketersediaan ikan lokal, serta mendongkrak ketahanan pangan dan ekonomi warga sekitar.

Kolaborasi Banyak Pihak

Acara ini bukan kerja satu pihak. Ada UGM sebagai akademisi dan peneliti, pemerintah daerah, lembaga penelitian (BRIN), organisasi nonprofit seperti GAIN Indonesia, serta masyarakat desa. Nama-nama yang terlibat antara lain Prof. Bambang Retnoaji dari Fakultas Biologi dan Ibnu Budiman dari GAIN Indonesia.

Selain tebar bibit, acara ini jadi momen buat menyusun strategi pengelolaan perikanan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Perbaikan habitat, konservasi, dan partisipasi masyarakat lokal jadi bagian penting dari keseluruhan rencana agar restocking gak cuma seremonial, tapi berdampak jangka panjang.

Dampak Nyata dan Harapan ke Depan

Dengan penebaran bibit Wader Pari, diharapkan beberapa hal bisa tercapai, yakni:

  • Restorasi populasi ikan lokal, sehingga keberadaannya makin stabil;
  • Ketahanan pangan lokal meningkat karena ketersediaan ikan yang jadi sumber protein murah bisa pulih;
  • Pemberdayaan masyarakat sekitar sungai, mereka bisa ikut menjaga, merawat, bahkan memanen ikan bila sudah cukup tumbuh;
  • Wisata kuliner dan lingkungan, Lurah Tirtohargo menyebut potensi kalau ikan lokal ini jadi bagian dari kuliner lokal dan mendukung pariwisata desa.

Baca juga: IPB-Kemenhut Kembangkan Teknologi untuk Penyelamatan Badak Jawa dan Sumatera yang Terancam Punah

Pelestarian lingkungan, ilmu pengetahuan, dan masyarakat merupakan hal penting yang harus diseimbangkan dan ditingkatkan secara bersamaan.

Restocking Wader Pari adalah contoh bagaimana satu kegiatan kecil bisa punya efek besar ke banyak aspek, yang dimulai dari lingkungan, pangan, ekonomi, budaya.

Nah, kalau kamu dikasih kesempatan ikut kegiatan konservasi kayak ini di kampus, kamu mau kontribusi di bagian apa? 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU