Cegah Kekerasan Seksual Anak, Tim Dosen Telkom University Perkenalkan Game Edukasi BERAKSI di Cimahi
INDOZONE.ID - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University melakukan kegiatan Abdimas kepada masyarakat Kelurahan Baros, Cimahi, Jawa Barat. Hal ini berangkat dari meningkatnya angka kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Cimahi dari tahun ke tahun.
Data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mencatat, pada 2021 terdapat 21 kasus pelecehan anak, sementara di 2022 melonjak menjadi 78 kasus.
Kasus KDRT dan pelecehan seksual juga masih mendominasi sepanjang tahun 2024 dengan kebanyakan laporan mengenai pelecehan seksual di lingkungan sekolah pada dua tahun terakhir. Kondisi ini mendorong dosen Universitas Telkom melakukan terobosan melalui program pengabdian masyarakat dengan menghadirkan permainan edukasi berbasis teknologi augmented reality (AR).
“Anak-anak sering kali belum memahami batasan tubuh mereka, padahal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual. Melalui permainan yang interaktif dan menyenangkan, kami ingin memberikan edukasi dengan cara yang lebih mudah dipahami anak,” ujar Alila Pramiyanti, dosen Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University sekaligus ketua tim pengabdian.
Permainan yang diberi nama BERAKSI (Berani Atasi Kekerasan Seksual Sejak Dini) dirancang khusus untuk membantu anak-anak memahami konsep perlindungan diri sejak dini. Inovasi ini melibatkan orang tua, guru, dan kader PKK Kelurahan Baros, Cimahi, sebagai pendamping anak dalam proses bermain.
BERAKSI dikemas dalam bentuk board game dengan dukungan AR. Pemain melempar dadu, lalu mengambil kartu pertanyaan sesuai kategori. Borad game ini harus dimainkan dengan seorang pendamping (oran dewas/guru/orang tua).
Pendamping akan memindai barcode menggunakan ponsel pintar sehingga muncul animasi 3D atau 2D dan narasi suara. Anak-anak diminta menjawab pertanyaan seputar perlindungan diri, otoritas tubuh, dan cara mengenali situasi berbahaya.
Permainan berlangsung seru karena anak tidak hanya membaca, tetapi juga berinteraksi dengan animasi. Setiap jawaban benar diberi poin, sementara jawaban salah dikurangi nilainya. Permainan ini dirancang untuk dimainkan anak bersama pendamping agar terjadi diskusi langsung.Kegiatan pelatihan penggunaan BERAKSI diikuti 15 peserta yang terdiri dari guru, orang tua, dan kader PKK.
Baca juga: Trial Class Broadcasting Telkom University: 30 Siswa SMA Rasakan Produksi Talk Show Langsung
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta merasa metode ini efektif untuk meningkatkan kesadaran anak. Mereka berharap program semacam ini bisa terus dilanjutkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain.
Menurut tim, program ini bukan hanya soal permainan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan kekerasan seksual membutuhkan kerja sama banyak pihak.
“Kekerasan seksual bukan isu yang tabu untuk dibicarakan. Justru dengan edukasi sejak dini, anak-anak bisa lebih berani melindungi diri,” tambah Alila.
Selain memperkuat kapasitas PKK sebagai mitra masyarakat, inovasi ini juga mendukung target Cimahi menjadi Kota Layak Anak . Tim Telkom University berharap permainan BERAKSI berbasis AR dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan dan bahkan bisa direplikasi di daerah lain.
“Ke depan, kami ingin melibatkan lebih banyak lembaga, termasuk Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak maupun LSM, agar manfaatnya semakin luas,” tutup Alila.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung