Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 12:00 WIB

Lulus Cepat 3 Tahun! Kunci Kalahkan Si Pintar Santai dengan Grit dari Alumni PhD University of Bristol

Author

Ilustrasi belajar hingga malam (freepik)

INDOZONE.ID - Siapa yang nggak relate dengan pepatah "ada langit di atas langit" ?

Diterima di kampus ternama saja sudah sulit, tapi kamu sering melihat teman yang suka tidur di kelas atau nongkrong tiap hari, tapi tetap dapat nilai A. Sementara kamu buka buku catatan saja rasanya sudah berat.

Kisah Ario Muhammad ini bisa jadi inspirasi buat kamu yang ngalami hal serupa.
Seorang alumni PhD University of Bristol, Inggris, yang berhasil lulus karena menolak menyerah pada keterbatasan.

Baca juga: Kisah Perjalanan Waitatiri Penulis The Missing Colors: Dari Korban Bullying Jadi Alumni UI dan Harvard

Sejak awal, Ario sadar dirinya lemah dalam banyak hal, mulai dari programming, statistik, sampai academic writing. Meski sedang menempuh S3, latar belakang S1 dan S2-nya justru jauh berbeda.

Karena itu, ia bekerja lebih giat dibandingkan teman-temannya. Saat orang lain punya pondasi pendidikan kuat, Ario tahu ia harus mengejar banyak hal baru.

Di saat teman-temannya lulusan universitas top dunia dan bahkan sudah mengajar di kampus ternama, ia harus berjuang tiga kali lipat.

Baca juga: Perjalanan Inspiratif Evan Haydar, Mahasiswa Indonesia yang Sukses Meniti Karier di Tesla

Ibarat jam kerja, normalnya orang 9 to 5, Ario justru terbiasa belajar 6 to 11 selama PhD. Hasilnya? Ia lulus lebih cepat, hanya 3 tahun 2 bulan, dari rata-rata 4-5 tahun.

Kebodohan bukan hal yang bisa dibiarkan. Dan keterbatasan bukan sebuah penghalang. Dengan kerja keras, kekurangan bisa tertutupi. Mau seperti Ario yang kalahkan rasa kekurangan jadi pencapaian? Coba terapkan 5 cara berpikir ini:

Baca juga: Nggak Selalu Sejalan, Ini 4 Orang Sukses yang Pekerjaan dan Jurusan Kuliahnya Beda!

1. Jangan Takut Merasa Tertinggal

Minder itu wajar, tapi gunakan sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Kesadaran akan kelemahan bisa jadi alarm untuk memperbaiki diri.

2. Belajar dari Nol Itu Biasa

Masuk jurusan baru atau bidang asing kadang bikin grogi. Tapi seperti Ario yang start from zero di statistik dan programming, semua bisa terkejar dengan kerja keras.

Baca juga: Rahasia Sukses Ala Maudy Ayunda: Ini 5 Buku yang Wajib Dibaca Mahasiswa!

3. Disiplin Mengalahkan Instan

Belajar itu maraton panjang, bukan sprint. Konsistensi, strategi, dan ketekunan jauh lebih menentukan daripada usaha sesaat.

4. Ukur Standar Diri, Jangan Ikuti Orang Lain

Jangan iri pada teman yang santai tapi berprestasi. Kalau kamu butuh waktu lebih lama atau usaha ekstra, justru itu bukti kamu tahu cara menutup kelemahanmu.

Baca juga: Gelar Gak Ngaruh? Ini Cara Mahasiswa Manfaatkan Skill Kuliah di Dunia Kerja!

5. Grit Jadi Kunci Bertahan di Karier & Hidup

Di dunia kerja, yang dicari bukan sekadar angka atau gelar, tapi orang tahan banting, adaptif, dan tekun. Grit adalah kombinasi kegigihan dan passion yang jadi modal sukses jangka panjang.

Mahasiswa nggak akan cukup mengejar kesuksesan tanpa grit. Jadi kalau kamu merasa biasa saja, jangan minder. Justru itu bisa jadi tanda buat memulai perjalanan menyalip si “pintar santai” dengan gigih tak menyerah. Ibarat kura-kura lawan kelinci!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@ariomuhammad

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU