INDOZONE.ID - Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng mitra internasional dan Tsinghua University untuk perkuat jejaring global, khususnya bidang teknologi dan riset.
Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Lavi Rizki Zuhal dalam acara Second International Conference for Training Excellent Engineers (ICTE 2025) di Beijing, Tiongkok.
Forum ini menghadirkan berbagai universitas, industri, pemerintah, dan lembaga akreditasi. Prof. Lavi mendapat kepercayaan sebagai Keynote Speaker pada tema “Cultivating Outstanding Engineers in the Era of Global Challenges and Artificial Intelligence Transformation”.
Baca juga: Russian Government Scholarship: Peluang Kuliah Gratis di Rusia untuk Mahasiswa Asing
MoU dengan Mitra Internasional
Pada kesempatan ini, ITB juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan mitra internasional, yaitu Central South (CSU), GEM Co. Ltd., SANY Heavy Industry Co. Ltd., dan QND.
MoU dengan SANY menjadi perhatian khusus. Sebab, perusahaan ini bergerak di industri alat berat terbesar di dunia. Nota Kesepahaman juga dilakukan di depan Menteri Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok.
Sementara itu, cakupan kerja sama ini, yaitu di bidang pendidikan dan riset, termasuk kolaborasi pembangunan School of Excellent Engineers. Sekolah ini bakal jadi tempat untuk menyiapkan talenta terbaik di bidang engineering, yang adaptif dan berdaya saing global.
Baca juga: Kisah Nikolaos Tzenios: Dari Pelajar Biasa Menjadi Kolektor Gelar Internasional yang Inspiratif
Rencana Kolaborasi bersama Tsinghua University
Bukan cuma konferensi, ITB juga melakukan pertemuan bilateral dengan Tsinghua University untuk menjajaki kerja sama di bidang teknologi, kesehatan dan vaksin, serta energi terbarukan.
Tsinghua University juga mengungkapkan akan mengunjungi ITB dalam waktu dekat, untuk memfinalkan rencana kerja sama.
“Kehadiran ITB di ICTE 2025 tidak hanya menegaskan reputasi akademik di tingkat internasional, tetapi juga membuka jalur konkret untuk mempercepat transfer teknologi, program gelar ganda, dan hilirisasi riset bersama industri,” ungkap Prof. Lavi.
Baca juga: Prof. Sugiyono, Sosok Legendaris di Balik Kutipan Skripsi Mahasiswa Indonesia
“Fokus kami adalah menghasilkan dampak nyata bagi mahasiswa, peneliti, dan industri nasional," lanjutnya.
Keterlibatan ITB di ITE 2025 memiliki dampak pada reputasi internasional, memperluas jaringan global, dan penguatan kapasitas akademik.
Selain itu, kemitraan yang dijalankan, bisa membuka peluang untuk joint research, sehingga bisa memberikan manfaat langsung bagi perkembangan industri nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id