INDOZONE.ID - Kisah Rizky Aflaha, Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi sosok inspiratif dan baru saja dinobatkan sebagai doktor termuda UGM, lulus dari Program Studi Doktor Fisika FMIPA di usia 25 tahun 10 bulan 1 hari.
Biasanya rata-rata lulusan S3 di UGM berusia sekitar 41 tahun, Rizky berhasil memangkas jarak hampir 16 tahun dan tetap lulus dengan predikat cumlaude.
Baca juga: Kisah Anggun May Lestari, dari Duka Beruntun hingga Bangkit Mengejar Mimpi di Kampus
Dari PMDSU ke Doktor Muda: Jalur Cepat Tapi Penuh Tantangan
Perjalanan Rizky dimulai sejak bangku sarjana. Ia menyelesaikan S1 hanya dalam 7 semester, lalu langsung diterima dalam Program Beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).
Program jalur cepat yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan studi magister dan doktor secara berkesinambungan tanpa jeda.
Berkat program ini, Rizky menyelesaikan magister dalam satu tahun dan doktor dalam tiga tahun. Tapi, di balik percepatan itu, ada kerja keras luar biasa.
Rizky harus menyesuaikan ritme riset tingkat doktor di usia yang masih sangat muda, bersaing dengan peneliti yang usianya jauh di atasnya.
Sepanjang studinya, RIzky menghasilkan lebih dari 40 publikasi internasional padahal syarat kelulusan doktor hanya dua. Produktivitas itu jadi bukti nyata bahwa konsistensi bisa menyaingi pengalaman.
Belajar Cepat, Berkarya Lebih Cepat
Rizky membangun peta jalan riset (roadmap) sejak awal. Ia aktif menulis, merancang eksperimen, dan terus menyesuaikan diri dengan standar internasional.
Dukungan dari para pembimbing dan lingkungan akademik UGM memperkuat langkahnya untuk terus melaju tanpa kehilangan arah.
Kedisiplinan dan kemampuan mengelola waktu menjadi kunci utama. Di saat banyak mahasiswa seumuran sibuk mengejar pengalaman kerja atau adaptasi hidup mandiri, Rizky sudah menembus laboratorium riset dan jurnal-jurnal global.
Baca juga: Dari Makassar ke China: Kisah Sry Wahyuni Wujudkan Mimpi Jadi Dokter via Beasiswa Internasional
Pencapaiannya ini menunjukkan kalau kecerdasan bukan semata soal bakat, tapi juga tentang strategi, fokus, dan keberanian memanfaatkan peluang akademik sebaik mungkin. Dengan dedikasi dan arah yang jelas, impian besar bisa dicapai bahkan sebelum usia seperempat abad.
Jadi, buat kamu yang lagi merasa lelah dengan tugas akhir atau riset skripsi, ingat kalau setiap malam lembur di depan laptop bisa jadi langkah pertama menuju sesuatu yang besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id