INDOZONE.ID - Pendidikan bukanlah jadi pembatas untuk siapapun, melainkan suatu hal yang idealnya bisa didapatkan oleh semua orang, lintas generasi.
Cerita inspiratif hadir dari seorang ibu dan anak, yang bisa buktiin bahwa lintas generasi bisa jadi jembatan dalam dunia pendidikan, hingga akhirnya bisa menciptakan sebuah inovasi bermanfaat.
Baca juga: Mahasiswi Asal Tiongkok Jadi “Student of The Month” di UNESA, Buktikan Passion Bisa Bawa Jauh
Sinan Abdulhak dan sang ibu, Nuha Alfahham berhasil menempuh gelar doktor di University of Michigan, Amerika Serikat. Keduanya sukses meraih gelar doktor di bidang Engineering. Abdulhak di bidang Teknik Industri dan Operasi, sedangkan sang ibu di bidang Teknik Lingkungan dan Sipil.
Dalam risetnya, Alfahham fokus pada pengembangan sistem Desinfeksi Air dan limbah. Mulai dari pembuatan alat pendeteksi patogen, belajar dampak Desinfeksi Terhadap bakteri yang resisten dengan antibiotik.
Baca juga: Mahasiswa Universitas Tohoku Bisa Sarapan Bergizi Hanya dengan 100 Yen!
Karyanya ini dibuat bukan tanpa alasan, melainkan untuk bisa bantu miliaran orang di berbagai penjuru dunia, yang saat ini belum ada akses air bersih dan sanitasi yang layak.
Ketertarikannya pada isu lingkungan ini berawal dari ia kecil di Timur Tengah, lalu makin berkembang lewat pengalaman profesionalnya.
“Ibu saya adalah seorang pendidik yang mengajarkan saya untuk tidak membiarkan apa pun menghalangi impian kami,” kata Alfahham.
Keberhasilan sang ibu menular ke anak tercintanya, Abdulhak. Ia menciptakan sebuah sistem yang dibuat untuk penerbangan komersial lebih aman serta ramah lingkungan. Menariknya, ia memanfaatkan AI untuk menciptakan inovasi ini.
Proyek ini meliputi pengembangan model manusia-mesin, yang dipakai untuk operasi lalu lintas udara. Mereka juga membuat rancangan pesawat masa depan yang lebih hijau.
Baca juga: Biar Nugas Gak Drama: 12 Shortcut Laptop yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Lagi Skripsi!
“Sangat menginspirasi melihat bagaimana ibu saya terus berjuang,” ujarnya. “Teladannya memotivasi saya setiap hari.”
Ketika Alfahham sudah hampir menyelesaikan studinya, ia balik ke industri, Abdulhak pun juga baru mulai perjalanan risetnya. Cerita ini jadi inspirasi bahwa ada kisah langka gimana sebuah ambisi bersama.
Selain itu, hal ini juga menegaskan bahwa ada sebuah tradisi keluarga yang dibentuk berdasarkan pembelajaran, ketekunan, serta dampaknya untuk dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Themetrodetroitnews.com