INDOZONE.ID - Sidang proposal selalu jadi momen mendebarkan bagi banyak mahasiswa. Meski sudah menyiapkan materi berbulan-bulan, tetap saja ada jebakan kecil yang bisa membuat proses berjalan gak mulus.
Agar perjalanan penelitian lebih lancar, ada baiknya memahami kesalahan apa saja yang sering terjadi dan bagaimana menghindarinya sejak awal.
Baca juga: 6 Tanda Skripsi Red Flag, Mahasiswa Perlu Waspada Biar Gak Telat Lulus!
1. Menjawab Alasan Penelitian dengan Dasar yang Keliru
Salah satu pertanyaan klasik dari dosen penguji adalah “Mengapa topik ini penting untuk diteliti?” Banyak mahasiswa terjebak dengan jawaban yang terlalu personal, misalnya mengatakan kalau topik tersebut sedang viral atau hangat dibicarakan.
Alasan seperti ini gak cukup kuat secara akademik. Penguji ingin mendengar dasar ilmiah, bukan tren. Jawaban ideal seharusnya merujuk pada literatur, gap penelitian, atau urgensi keilmuan. Landasan inilah yang menunjukkan kalau penelitian benar-benar relevan dan punya kontribusi.
2. Terlalu Banyak Slide dan Terlihat Membaca
Kesalahan berikutnya adalah membuat slide yang berlebihan hingga sulit dicerna. PPT dengan puluhan slide penuh paragraf sering kali membuat presentasi jadi kaku dan terlihat gak siap.
Dosen penguji biasanya lebih menghargai presentasi ringkas, padat, dan jelas. Solusinya sederhana cukup tampilkan poin utama dan siapkan catatan kecil sebagai panduan.
3. Bersikap Defensif Saat Mendapat Kritik
Mendapat kritik dari dosen penguji adalah hal biasa. Tapi beberapa mahasiswa justru langsung defensif, bahkan berlindung di balik nama dosen pembimbing. Sikap ini justru memperburuk situasi.
Respons yang lebih tepat adalah menerima masukan, mencatat hal penting, dan berjanji melakukan pengecekan ulang.
4. Salah Menggunakan Kata-Kata Teknis
Pada tahap proposal, penelitian masih berada di fase perencanaan. Tapi, beberapa mahasiswa salah memilih kata kerja sehingga terdengar seolah penelitian sudah selesai. Misalnya langsung menggunakan “menggunakan metode…”, padahal seharusnya masih dalam bentuk rencana.
Penggunaan kata “akan” menjadi penting untuk menunjukkan kalau penelitian masih bersifat prospektif dan terbuka terhadap perubahan.
5. Tidak Mempelajari Karakter Dosen Penguji
Setiap dosen punya gaya penilaian dan fokus yang berbeda. Ada yang sangat memperhatikan sistematika, ada yang menekankan teori, ada pula yang kritis pada metodologi. Tidak mencari tahu karakter dasar penguji bisa membuat presentasi tidak tepat sasaran.
6. Kurang Menguasai Data dan Literatur Proposal
Kesalahan paling sering terjadi adalah tidak benar-benar memahami isi proposal sendiri. Saat penguji menanyakan teori dasar, rujukan utama, atau alasan pemilihan metode, banyak mahasiswa mulai gugup dan bingung.
Penguasaan literatur menjadi fondasi penting. Semakin kuat dasar teorinya, semakin percaya diri dalam menghadapi pertanyaan.
Baca juga: 5 Tipe Mahasiswa Skripsi: Dari yang Santai, Ambis, sampai Dikejar Deadline di Detik Akhir
Sidang proposal bukan proses untuk menjatuhkan mahasiswa, tetapi ruang untuk menyempurnakan penelitian agar lebih matang.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, perjalanan menuju bab analisis dan pembahasan akan terasa jauh lebih ringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@kawalu.id