Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 17:10 WIB

Kolaborasi UNAIR dan Sapporo City University Jepang Teliti Migrasi Perawat Tantang Dampak Global Tenaga Medis

Author

Prof Ferry Efendi bersama Prof Hikaru Honda, profesor terkemuka dari Departemen Keperawatan SCU (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan keunggulannya lewat kerja sama riset strategis bersama Sapporo City University (SCU), Jepang. 

Dua peneliti dari UNAIR, yakni Prof. Ferry Efendi dan Dr. Makhfudli, menjalankan kolaborasi lintas negara pada 22 hingga 26 November 2025. Fokus utamanya pada memahami dampak dan keberlanjutan migrasi perawat internasional ke Jepang termasuk tenaga medis dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Sabet Juara 2 di KMI Expo 2025 Lewat Layanan Gamer “GC Gamingstore”

Apa yang Diteliti? Masalah Global Tenaga Medis Migran

Dalam riset ini, tim membahas fenomena migrasi perawat ke Jepang dalam tiga level analisis:

  • Makro: dampak terhadap tenaga kerja nasional, kebijakan migrasi, dan reformasi sistem kesehatan Jepang.
  • Meso: kesiapan institusi pengirim dan penerima, penyelarasan kurikulum, serta dukungan organisasi.
  • Mikro: pengalaman adaptasi perawat migran, kesejahteraan, dan perkembangan profesional.

Kolaborasi ini dipimpin bersama Prof. Hikaru Honda dari Departemen Keperawatan SCU tokoh terkenal dalam riset keperawatan komunitas.

Bersama dengan mahasiswa pascasarjana Indonesia yang kini menempuh S2 di SCU, yaitu Arsyad Syauqi (perawat migran), tim merancang kajian literatur komprehensif serta kerangka metodologis yang matang.

Mengapa Riset Ini Penting?

Jepang saat ini menghadapi dua tantangan besar yaitu perubahan demografi menuju populasi menua dan krisis tenaga kesehatan. Dalam situasi itu, migrasi tenaga perawat dari negara lain menjadi salah satu solusi. 

Tapi, keberlanjutan migrasi ini memerlukan analisis mendalam bukan hanya soal kuantitas, tapi juga kualitas adaptasi, perlindungan tenaga migran, dan dampak sistemik pada sistem kesehatan kedua belah pihak.

Riset ini diharapkan memberi bukti ilmiah untuk memandu kebijakan di tingkat nasional dan internasional, baik di negara asal maupun penerima. Dari hasilnya, bisa muncul rekomendasi terkait regulasi migrasi, pelatihan adaptasi budaya, hingga sistem pengakuan kompetensi lintas negara.

Bentuk Kolaborasi: Riset, Diskusi, dan Evaluasi Sistemik

Selama kunjungan tim UNAIR ke SCU, diskusi intensif dilakukan untuk menyempurnakan desain studi, memilih metode penelitian, dan menentukan kerangka analisis. 

Kajian literatur global digali untuk memahami tren migrasi, regulasi, dan tantangan komunitas perawat migran. Selanjutnya, riset akan melibatkan data empiris wawancara dengan perawat migran, observasi lingkungan kerja, serta analisis kebijakan institutional. 

Baca juga: Mahasiswa UNAIR Raih Juara 1 Youth IMPACT 2025 dengan Inovasi "EcoThin" untuk Atasi Mikroplastik

Proses ini diharapkan menghasilkan data eksploratif yang relevan bagi academic community, pemerintah, dan lembaga kesehatan.

Dengan semakin kompleksnya tantangan demografi dan kesehatan global, riset kolaboratif seperti ini sangat diperlukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU