Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 15:37 WIB

Kolaborasi Esa Unggul, Majelis Taklim, dan Pemerintah Desa Luncurkan Biopori Komunal di Bojongkulur Bogor

Author

Kolaborasi antara Majelis Taklim Al-Ihsan, Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul, dan Pemerintah Desa Bojongkulur untuk atasi banjir. (esaunggul.ac.id)

INDOZONE.ID - Upaya adaptasi dan mitigasi banjir di wilayah RW 17 Dusun V, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, memasuki babak baru dengan diresmikannya Lubang Biopori Komunal.

Program tersebut adalah hasil kolaborasi antara Majelis Taklim Al-Ihsan, Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul (UEU), dan Pemerintah Desa Bojongkulur. 

Baca juga: Kolaborasi UNAIR dan Sapporo City University Jepang Teliti Migrasi Perawat Tantang Dampak Global Tenaga Medis

Kegiatan ini merupakan agenda Sosialisasi Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Esa Unggul.

Inisiatif tersebut bertujuan mendukung penguatan kapasitas masyarakat terhadap risiko bencana dan pengelolaan lingkungan permukiman berkelanjutan.

Wilayah Bojongkulur selama dua dekade terakhir dikenal sebagai salah satu titik yang rawan banjir. Sebab, oleh penurunan lahan resapan, tingginya limpasan permukaan, serta meluapnya Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. 

Baca juga: Solusi Cegah Banjir: ITS Kembangkan Paving Porous dari Limbah Fly Ash

Ketua panitia, H. Mustofa Djunaidi, S.E., menjelaskan bahwa biopori komunal merupakan langkah kecil yang diharapkan memberikan dampak besar.

Dalam acara tersebut, puluhan anggota Majelis Taklim dan warga desa aktif mengikuti sosialisasi, pelatihan lingkungan, dan praktik cara pembuatan lubang biopori menggunakan alat sederhana.

Peserta diajak memahami manfaat jangka panjang dari biopori, yaitu meningkatkan daya resap tanah, mengurangi genangan air, dan mengolah sampah organik menjadi kompos. 

Peresmian Lubang Biopori Komunal (esaunggul.ac.id)

Kepala Desa Bojongkulur, Firman Riansyah, S.E., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi UEU dalam menyediakan solusi teknologi dan edukasi berbasis masyarakat. 

Baca juga: Inovasi IPB: Serat Umbi Porang Jadi Bahan Kosmetik dengan 5 Manfaat Proteksi Kulit

“Kami sangat terbantu dengan hadirnya kolaborasi ini. Program ini bukan hanya kegiatan satu kali, tetapi upaya keberlanjutan untuk membangun desa tangguh banjir. Kami berharap biopori menjadi kebiasaan warga, bukan sekadar proyek,” tuturnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Esa Unggul, Ir. Roesfiansyah Rasijdin, MT, Ph.D., menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi ini ke depan.

Kerja sama akan terus dikembangkan tidak hanya melalui biopori, tetapi juga melalui pengembangan strategi mitigasi banjir dan teknologi lingkungan yang sesuai dengan kondisi lokal Bojongkulur.

Antusiasme warga terlihat tinggi, mengingat selama ini upaya mitigasi banjir cenderung dilakukan secara individual. 

Baca juga: BEM UNS Tunjukkan Cara Mudah UMKM Desa Gebang untuk Perluas Jangkauan Pembeli dengan Pemasaran Digital

Kehadiran program biopori komunal ini menjadi simbol gerakan lingkungan yang terorganisasi dan inklusif. Sebagai tindak lanjut, acara tersebut menghasilkan kesepakatan program lanjutan yang diberi nama “Satu Rumah Satu Biopori”.

Majelis Taklim Al-Ihsan akan mengambil peran sentral sebagai pusat edukasi lingkungan dan penggerak kader untuk menyebarluaskan praktik biopori kepada seluruh warga.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., mengapresiasi keberhasilan program ini dan menegaskan bahwa kampus harus hadir sebagai bagian dari solusi sosial. 

Program ini diharapkan memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi, termasuk peningkatan kualitas kesehatan lingkungan dan tumbuhnya budaya gotong royong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Esaunggul.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU