INDOZONE.ID - Indonesia kembali menghadapi bencana banjir bandang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Curah hujan ekstrem, kerusakan lingkungan, dan kondisi geografis membuat sejumlah wilayah rentan terdampak.
Situasi ini kembali mengingatkan betapa pentingnya kehadiran tenaga ahli di bidang mitigasi bencana. Ada jurusan di perguruan tinggi di Indonesia yang mempelajari dinamika bencana, mulai dari cuaca ekstrem, kerusakan tanah, hingga tata kota.
Baca juga: Solusi Cegah Banjir: ITS Kembangkan Paving Porous dari Limbah Fly Ash
Mereka yang memahami cara membaca risiko, menganalisis kondisi alam, dan merancang solusi agar masyarakat tetap aman.
1. Kehutanan
Mahasiswa kehutanan mempelajari ekosistem hutan, konservasi, identifikasi jenis flora, pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai), tata air, hingga rehabilitasi lahan rusak. Ilmu ini penting karena kerusakan hutan sering menjadi akar dari banjir dan longsor.
Tenaga ahli kehutanan membantu memulihkan daerah rawan bencana melalui program reboisasi dan konservasi berkelanjutan.
2. Meteorologi
Bidang ini mendalami cuaca, angin, curah hujan, dan fenomena atmosfer. Mahasiswanya mempelajari dasar-dasar ilmu yang digunakan BMKG ketika merilis peringatan dini.
Dengan cuaca yang makin gak menentu, ahli meteorologi berperan penting dalam memprediksi potensi bencana dan menyampaikan informasi akurat ke masyarakat.
3. Teknik Sipil
Program studi ini mengajarkan cara merancang jalan, jembatan, drainase, dan infrastruktur lain yang tahan terhadap cuaca ekstrem.
Ahli teknik sipil memahami cara membangun konstruksi yang kuat, aman, dan mampu meminimalkan risiko roboh atau rusak ketika banjir maupun longsor terjadi.
4. Teknik Lingkungan
Bidang ini berfokus pada air bersih, pengolahan limbah, pencemaran, dan quality control lingkungan. Teknik lingkungan juga mempelajari manajemen risiko banjir, sehingga lulusannya mampu membantu kota tetap bersih, aman, dan siap menghadapi masalah lingkungan yang makin kompleks.
5. Geografi
Mahasiswa geografi belajar membaca peta, mengolah data cuaca, serta menganalisis penggunaan lahan.
Ilmu ini membantu mengidentifikasi wilayah rawan bencana, memahami pola penyebab banjir, dan merancang mitigasi berbasis data spasial.
6. Teknik Geologi
Ilmu ini mempelajari tanah, batuan, struktur bumi, hingga proses alam seperti gempa dan longsor. Lulusan teknik geologi mampu membaca tanda-tanda pergerakan tanah dan mengidentifikasi potensi bahaya geologi yang bisa memicu bencana.
7. Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)
PWK berfokus pada tata ruang, desain kota, drainase, transportasi, serta pembangunan kota yang ramah bencana. Lulusannya dituntut mampu merancang kawasan yang rapi, efisien, dan tahan terhadap cuaca ekstrem termasuk sistem drainase yang mampu mencegah banjir berulang.
Baca juga: 10 Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Terbaik Versi THE WUR 2026
Di tengah kondisi Indonesia yang semakin rentan terhadap bencana, keberadaan tenaga profesional dari berbagai bidang ini menjadi sangat penting.
Ilmu yang dipelajari gak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga melindungi masyarakat secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@utbk.masukkampus