Banjir Bandang Palembayan Renggut Ratusan Nyawa: Tim Tanggap Bencana UNAND Terobos Hamparan Lumpur Tebal
INDOZONE.ID - Tim Tanggap Bencana Universitas Andalas (UNAND) melaporkan kondisi di wilayah yang terdampak banjir bandang Palembayan, Kabupaten Agam, saat menjalankan sukarelawan pada 3 Desember 2025.
Bencana ini ditandai dengan debit air besar bercampur lumpur dan material kayu yang menghantam wilayah tersebut.
Baca juga: Kampus UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang di Sumatra Barat Dukungan hingga Lulus
Menurut laporan tim di lokasi, puluhan rumah rata dengan tanah, dengan hanya menyisakan satu-dua bangunan yang masih kukuh berdiri di tengah hamparan lumpur, seperti Masjid Syuhada. Ratusan warga juga dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih belum ditemukan.
Dosen Fakultas Farmasi UNAND, Dr. Apt. Syofyan, yang bertugas sebagai koordinator obat-obatan, menyampaikan bahwa lumpur tebal menutupi sebagian besar kawasan dapat menghambat distribusi bantuan jika hujan turun lagi.
Daerah terdampak paling parah meliputi Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, khususnya di Jorong Kayu Pasak dan Kayu Pasak Selatan, yang kini telah berubah total menjadi hamparan lumpur.
Baca juga: 4 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang Cocok Jadi Latar Drama Korea, Mana Aja Nih?
Tim Tanggap Bencana UNAND yang beranggotakan sekitar 75 orang, termasuk tenaga kesehatan, akademisi, dan relawan, langsung berkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat.
Mereka mendirikan posko kesehatan di SDN 05 Kayu Pasak, Salareh Aia, yang menjadi pusat pengungsian utama.
Di posko ini, layanan medis intensif diberikan, terutama bagi anak-anak dan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kelelahan dan paparan lumpur.
Misi tersebut diperkuat oleh dokter spesialis anak dari IDAI Sumatera Barat, dokter penyakit dalam RS UNAND, serta tenaga farmasi.
Selain pertolongan medis, tim juga membawa bantuan logistik vital, seperti beras, sembako, dan obat-obatan dari berbagai instansi.
Meskipun logistik dasar di posko pengungsian utama di Jorong Kayu Pasak dinilai sudah cukup, kebutuhan mendesak seperti dukungan pemulihan psikologis dan penataan ulang kehidupan warga, sangat diperlukan.
Tim UNAND direncanakan bertugas hingga 4 Desember, sebelum dilanjutkan oleh tim lain untuk proses pemulihan jangka menengah.
Program trauma healing, layanan kesehatan lanjutan, serta dukungan sosial diproyeksikan menjadi fokus utama tahap berikutnya.
Baca juga: Rekayasa Kosmetik ITERA: Program Sarjana Kosmetik Pertama dan Satu-satunya di Indonesia!
“Saya kira juga akan ada kegiatan-kegiatan yang lebih besar lagi dalam bentuk pengabdian masyarakat yang saya dengar ada bantuan dari Kementerian Bisnidikti. Apakah mungkin menyasar di Daerah Palembayan ini mungkin sangat tepat sekali” ujar Syofyan.
Kehadiran tim kemanusiaan dari UNAND menjadi secercah harapan bagi masyarakat Palembayan bahwa mereka tidak menghadapi bencana sendirian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unand.ac.id